Faktor Iran, Yunani angkat minyak
Jakarta, Strategydesk - Minyak naik hari ini mendekati $103 per barel berkat optimisme Yunani akan mendapat kucuran dana dan kekhawatiran berkurangnya pasokan dari Iran.
Ancaman gangguan pasokan dan optimis esoal Yunani membuat minyak menjadi komoditas berkinerja terbaik minggu ini, dengan jenis Light Sweet menuju penguatan mingguan terbesar sejak akhir Desember dan Brent menuju kenaikan mingguan keempat kali berturut-turut.
Para pejabat zona euro semalam mengatakan sedang merampungkan proposal bailout kedua Yunani untuk persetujuan Senin depan. Jerman mengindikasikan rencana untuk menunda bailout Yunani sampai pemilu April dibatalkan. Hal ini datang setelah Yunani menemukan pemotongan anggaran ekstra yang dituntut oleh kreditor internasional. Athena telah mengidentifikasi pos-pos yang akan dipangkas ekstra sebesar 325 juta euro, salah satunya di bagian pertahanan.
Pelanggan utama minyak Iran di Eropa mengurangi pembelian beberapa bulan menjelang embargo, memabgkas aliran bulan depan sebesar sepertiga, menurut sumber di industri. Sedangkan Iran sendiri berencana mengurangi pasokan ke enam negara di benua itu sebelum embargo diterapkan Juli nanti.
Harga juga didukung oleh data yang memperlihatkan ekonomi AS semakin pulih, di antaranya initial jobless claims yang turun ke level terendah dalam empat tahun terakhir. Ketegangan Iran dengan Barat dan gejolak di Timur Tengah dan Afrika, akan terus menopang harga minyak, terutama Brent.
Pada jam 16:04 WIB, minyak jenis Light Sweet untuk pengiriman Maret naik 34 sen ke $102,65 per barel. Kontrakitu telah naik 4% minggu ini, terbesar sejak 23 Desember. Sedangkan minyak jenis Brent untuk pengiriman April menguat 32 sen jadi $120,43 per barel. Kontrak itu rally 2,1% minggu ini.
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Isu Eropa bawa minyak ke $92
- Minyak tenggelam karena Yunani, data API
- Krisis Yunani masih tekan minyak
- Minyak anjlok, ke level terendah dalam 6 bulan
- Minyak anjlok lagi, ditekan Eropa & data China
- Minyak turun, ditekan data EIA
- Data API makin benamkan minyak
- Minyak anjlok ke $97
- Antisipasi payroll, minyak anjlok
- Minyak turun karena data EIA, ADP
- May Day, minyak tak banyak gerak
- Minyak turun setelah S&P pangkas rating Spanyol
- Minyak naik, dibantu data API
- Minyak turun karena data Eropa, China
- Isu pasokan topang minyak



