Faktor Iran, minyak gapai $103

Tanggal January 05, 2012 / 4:34 pm. Oleh: Nizar Hilmy

Jakarta, Strategydesk - Minyak berhasil menyentuh level tertinggi dalam lima bulan terakhir setelah Uni Eropa mencapai kesepakatan untuk melarang impor minyak Iran, meningkatkan ketegangan antara Barat dan Teheran.

Para diplomat Eropa mengatakan telah mencapai kesepakatan awal untuk mengembargo minyak Iran, meski belum disetujui kapan itu mulai berlaku.  Keputusan itu menyusul langkah AS memberlakukan sanksi atas bank sentral Iran, secara efektif mempersulit transaksi ekspor minyak produsen terbesar keempat dunia itu.

Ketegangan yang dipicu oleh program nuklir Iran terus mendorong harga minyak dalam beberapa minggu terakhir. Teheran minggu lalu mengancam menutup Selat Hormuz bila minyaknya diembargo. Sekitar 35% output minyak dunia didistribusikan lewat selat itu.

Minyak juga naik berkat data dari American Petroleum Insitute (API) yang memperlihatkan cadangan minyak berkurang 4,42 juta barel minggu lalu. Data ini menjadi gambaran awal laporan stok versi Energy Information Administration (EIA).
Sayangnya, minyak tertekan oleh isu krisis utang Eropa dan penguatan dollar. Isu itu mencuat setelah berita mengenai bank Italia mencari tambahan dana dan pemerintah lokal Valencia di Spanyol terlambat bayar utang 123 miliar euro ke Deutsche Bank.

Di tengah mencuatnya isu krisis utang Eropa, dollar menguat dan saham bertumbangan. Hal ini dimanfaatkan untum profit taking. Pada jam 16:17 WIB, minyak jenis Light Sweet untuk pengiriman Februari turun 68 senh ke $102,54 per barel. Kontrak itu sempat menyentuh $103,73, tertinggi sejak Agustus 2010. Sedangkan minyak jenis Brent untuk bulan yang sama merosot 35 sen jadi $113,35 per barel.

Pencarian Data

Masukkan kata kunci yang ingin Anda cari

Statistic

eXTReMe Tracker

Advertisement

  • Ezydeal

    Ayo trading menggunakan ezydeal. Buka free account