Even penting minggu ini: RBA, BOJ, BOE & ECB

Tanggal April 04, 2011 / 11:33 am. Oleh: Nizar Hilmy

Jakarta, Strategydesk - Empat bank sentral besar akan mengadakan rapat reguler minggu ini, di tengah kondisi dan tantangan yang berbeda di antara masing-masing dan menuntut kebijakan yang cermat.

RBA, bank sentral Australia, menggelar rapat regulernya besok dan hampir semua ekonom mengatakan tidak akan ada perubahan kebijakan. Sebagian besar ekonom memperkirakan RBA akan mempertahankan suku bunganya di 4,75%.

Namun, inflasi masih tinggi dan di atas target bank sentral itu.  Data menunjukkan inflasi naik 3,8% di Maret dari tahun lalu, melebihi target RBA yang di 3%. Meski RBA diperkirakan akan mempertahankan rate-nya besok, inflasi yang tinggi dapat memaksanya untuk memperketat kebijakannya lagi.

RBA menaikkan suku bunga ke 4,75% pada Nopember 2010, sebagai langkah pre-emptif untuk meredam inflasi di tengah kenaikan harga komoditas.  Namun, inflasi tetap tinggi karena kenaikan harga komoditas karena konflik Timur Tengah dan berbagai bencana alam yang mengurangi produksi pangan.

Sebagian ekonom memperkirakan kenaikan baru bisa terjadi di antara kuartal ketiga atau keempat. Pada akhir 2011, suku bunga RBA diperkirakan naik ke 5,25%. Namun, tidak sedikit pula yang memperkirakan kenaikan bisa lebih cepat dari itu.
Berbeda dengan Australia, yang sedang mewaspadai inflasi, Jepang justru dirundung masalah ekonomi pasca gempa. BOJ, yang sudah menerapkan suku bunga nol persen, kemungkinan akan merevisi turun penilaian ekonominya dan mempertimbangkan opsi untuk membantu ekonomi.

Sebagian besar ekonom memperkirakan Jepang akan mengalami resesi sebelum upaya rekonstruksi merangsang pertumbuhan. Masih dalam deflasi, ekonomi Jepang kini harus menghadapi hambatan produksi karena krisis energi.

Oleh karena itu, BOJ diisukan juga mempertimbangkan untuk memperlonggar kebijakan lebih lanjut bila dampak bencana dinilai amat menghambat ekonomi. Namun, tidak jelas apakah BOJ akan mengumumkan sokongan tambahan dalam rapat itu atau menunggu sampai pertemuan selanjutnya pada 28 April.

Kasus lain terjadi di Inggris, dimana BOE terjebak dalam persimpangan antara ekonomi lesu dan inflasi tinggi, yang dapat memicu perdebatan mengenai kebijakan. Namun, BOE diperkirakan akan menunda kenaikan suku bunga sembari menunggu bukti pemulihan ekonomi cukup kuat untuk menerima pengetatan kebijakan. BOE diperkirakan akan mempertahankan rate-nya di 0,5% pada Kamis nanti.

Para anggota dewan terpecah dalam 4 fraksi mengenai fokus untuk mendorong pertumbuhan atau meredam inflasi. Inflasi mencapai level tertinggi dalam 2,5 tahun terakhir, namun pemerintah menurunkan proyeksi PDB 2011 karena pemotongan anggaran untuk mengurangi defisit.

Sementara itu, ECB menjadi satu-satunya bank sentral yang siap menaikkan suku bunganya untuk meredam inflasi. Berbagai pernyataan hawkish dari para pejabatnya, dan data inflasi yang memperlihatkan besarnya tekanan harga, memperkuat ekspektasi ECB akan menaikkan suku bunganya minggu ini. ECB diperkirakan akan menaikkan rate-nya sebesar 25 bps menjadi 1,25%.

Namun, Eropa punya masalah tersendiri, yaitu krisis utang. Banyak kalangan yang mencemaskan kenaikan suku bunga justru dapat memperburuk krisis itu. Kenaikan suku bunga bisa menambah masalah untuk negara seperti Yunani, Irlandia, Portugal dan Spanyol, yang sedang berjuang untuk mengurangi utang dan defisit. Kenaikan rate dan penguatan euro meningkatkan risiko gagal bayar (default) di empat negara itu.

Pencarian Data

Masukkan kata kunci yang ingin Anda cari

Statistic

eXTReMe Tracker

Advertisement

  • Ezydeal

    Ayo trading menggunakan ezydeal. Buka free account