EUR/USD flat setelah sesi Asia
Jakarta, Strategydesk - Euro bergerak flat dalam perdagangan di Asia hari ini, setelah berhasil menggapai $1,3052 semalam karena harapan hasil sukses negosiasi antara Yunani dan kreditor.
Euro masih mampu bertahan meski setelah para menteri keuangan zona euro menolak permintaan kreditor dan menginstruksikannya kembali ke meja perundingan dengan Yunani soal restrukturisasi utang. Mereka mengatakan tidak dapat menerima tuntutan kreditor untuk bunga 4% atas obligasi baru yang diterbitkan untuk menukar obligasi yang dipegang kreditor saat ini, mereka berharap lebih rendah dari itu.
Institute of International Finance (IIF), yang para mewakili kreditor Yunani, mengatakan negosiasi akan dilanjutkan besok. Meski belum mencapai kesepakatan, pernyataan dari pejabat Eropa mengindikasikan ada poin-poin yang sudah dipahami kedua belah pihak.
Tapi bila optimisme pudar di sesi perdagangan AS, euro terancam koreksi. Data indeks PMI Jerman yang lebih baik dari prediksi belum membantu euro. Indeks PMI manufaktur Jerman untuk Januari naik ke 50,9 dari 48,4 di Desember. Ini berarti sektor tersebut kembali tumbuh. Sedangkan indeks PMI jasa Jerman naik ke 54,5 dari 52,5.
Dari sisi teknikal, euro hari ini sempat menyetuh high di $1,3037, dengan resistance di $1,3084 (high 27 Desember), diikuti dengan $1,3120 ( high 22 Desember). Ke bawah, penembusan ke $1,2886 ( low 23 Jan) berpotensi membawa euro ke $1,2854 (low 23 Jan) dan $1,2839 ( low 19 Jan).
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Sterling anjlok, dihantam BOE Minutes
- BOJ tambah QE, yen anjlok
- Sterling rentan jelang keputusan BOE
- Data perdagangan angkat aussie
- Yen rally berkat pembelian eksportir
- Jepang defisit, yen jatuh
- EUR/USD flat setelah sesi Asia
- Data China bagus, aussie melambung
- Sterling ikut merana karena downgrade Eropa
- Euro rebound, masih bearish
- Data buruk, yen justru menguat
- Sentimen membaik, sterling rebound
- Wafatnya Kim Jong-il angkat dollar
- Rilisan Data Ekonomi 12 Desember 2011
- Rilisan Data Ekonomi 09 Desember 2011



