Euro terkoreksi, the Fed dinanti
Jakarta, Strategydesk - Euro melemah terhadap dolar sebagaimana pasar masih menunggu hasil keputusan kebijakkan moneter The Fed. Serangkaian indicator ekonomi AS, termasuk laporan ketenagakerjaan, meningkatkan kekhawatiran mengenai perekonomian. Atas hal inilah Pasar berspekulasi the Fed melakukan suntikan stimulus dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi AS malam ini.
Sejauh ini, perdagangan mata uang masih dipengaruhi oleh spekulasi bahwa The Fed akan mengambil atau memberi sinyal atas langkah stimulus tambahan. Pada jam 17.00 WIB, euro terkoreksi dari $1,3224 ke $1,3156 di perdagangan New York, diikuti poundsterling yang ikut terkoreksi di level $1,5758 dari $1,5898.
Namun dolar statis terhadap yen di level 85,89 yen, sesudah BOJ mempertahankan suku bunga di 0,1 %, walaupun terdapat spekulasi bahwa The Fed dapat saja meningkatkan likuiditas untuk menekan yen karena rasa takut dari tekanan deflasi pada ekonomi jepang.
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Data perdagangan angkat aussie
- Yen rally berkat pembelian eksportir
- Jepang defisit, yen jatuh
- EUR/USD flat setelah sesi Asia
- Data China bagus, aussie melambung
- Sterling ikut merana karena downgrade Eropa
- Euro rebound, masih bearish
- Data buruk, yen justru menguat
- Sentimen membaik, sterling rebound
- Wafatnya Kim Jong-il angkat dollar
- Rilisan Data Ekonomi 12 Desember 2011
- Rilisan Data Ekonomi 09 Desember 2011
- Rilisan Data Ekonomi 08 Desember 2011
- Rilisan Data Ekonomi 07 Desember 2011
- Aussie jatuh pasca RBA



