Euro terkoreksi, sentimen rapuh
Jakarta, Strategydesk - Setelah mencatat penguatan di dua sesi sebelumnya, euro kini terkoreksi kembali. Meski koreksi masih terbatas, sentimen pasar yang masih rapuh membuat mata uang berisiko belum aman.
Sebenarnya sebagian besar data ekonomi yang diumumkan kemarin mengecewakan. Salah satunya adalah indeks sentimen bisnis Jerman hasil survei ZEW, yang turun ke 14 bulan ini, lebih buruk dari prediksi 20,0, dari 21,2 bulan lalu.
Data ekonomi AS juga mixed, di mana housing start hanya naik 1,7% bulan lalu, lebih rendah dari prediksi 2,0%. Satu-satunya data yang baik adalah industrial production AS, yang naik 1,0% di Juli, lebih besar dari prediksi 0,5%.
Eutro terbantu oleh lelang surat utang Irlandia yang tergolong sukses. Negara itu berhasil meraup 1,5 miliar euro dalam penjualan obligasi pemerintah berjangka waktu 4 dan 10 tahun. Spanyol, Hungaria dan Belgia juga sukses menyelenggarakan lelang surat utang. Hasil ini mengurangi kecemasan mengenai krisis fiskal Eropa dan sistem perbankan di kawasan tersebut.
Penguatan mata uang berisiko juga ditopang oleh laju saham AS, yang menanjak berkat laporan keuangan Wal-Mart dan Home Depot. Euro berusaha menggapai kembali $1,29. Sterling berjuang meraih $1,56 dan aussie ingin menembus $0,91.
Namun, kecemasan mengenai kondisi ekonomi global belumlah sirna, di tengah data yang beragam. Situasi ini sewaktu-waktu bisa menekan kembali mata uang berisiko. apalagi belum datang katalis baru yang dapat mengurangi kekhawatiran mengenai perlambatan ekonomi dunia. Oleh karena itu, sentimen pasar masih rapuh.
Kejatuhan mata uang berisiko memang sudah cukup tajam. Namun, kejatuhan masih bisa terjadi bila pasar panik karena datang berita yang negatif. minimnya even hari ini akan membuat pasar kekurangan katalis yang dapat dijadikan alasan untuk memburu mata uang berisiko.
Salah satu even terjadwal hari ini adalah BOE Minutes, yang dapat mempengaruhi pergerakan sterling. Bila terlihat dalam minutes itu semakin banyak anggota yang menginginkan kenaikan suku bunga, sterling bisa terangkat. Pasar juga mencermati pernyataan anggota dewan mengenai prospek ekonomi Inggris.
Rekomendasi
EUR-USD
USD-JPY
GBP-USD
USD-CHF
AUD-USD
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Rekomendasi Trading Forex Sesi Eropa, AS (07 Februari 2012)
- Euro stabil, aussie rapuh jelang RBA
- Rekomendasi Trading Forex Sesi Eropa, AS (06 Februari 2012)
- Euro rentan seiring tenggat waktu Yunani
- Rekomendasi Trading FOrex Sesi Eropa, AS (03 Februari 2012)
- Pasar konsolidasi jelang payroll
- Rekomendasi Trading Forex Sesi Eropa, AS (02 Februari 2012)
- Risk appetite, dollar tergelincir
- Rekomendasi Trading Forex Sesi Eropa, AS (01 Februari 2012)
- Ketidakpastian nego Yunani tekan euro
- Rekomendasi Trading Forex Sesi Eropa, AS (31 Januari 2012)
- Investor resah, yen berjaya
- Rekomendasi Forex Sesi Eropa, AS (30 Januari 2012)
- Euro terkoreksi jelang pertemuan UE, deal Yunani
- Rekomendasi Trading Forex Sesi Eropa, AS (27 Januari 2012)



