Euro Terbantu Data China
Jakarta, Strategydesk - Euro coba melanjutkan rebound-nya hari ini, terbantu oleh serangkaian data ekonomi China yang lebih baik dari prediksi, yang turut berhasil mendorong saham regional.
Sentimen pasar membaik setelah data menunjukkan pertumbuhan ekonomi China tidak melambat seburuk prediksi. PDB China tumbuh 8,9% selama kuartal keempat 2010, melambat dari 9,1% di kuartal ketiga, tapi lebih baik dari prediksi 8,7%. Data lainnya, seperti penjualan ritel, produksi industrial dan investasi juga mengindikasikan kondisi ekonomi masih solid.
Pasca data itu, risk appetite mencuat dan saham regional bergerak naik, yang membantu euro. Mata uang tunggal Eropa itu menohok hingga $1,2711, setelah kemarin tersungkur di $1,2625. Euro juga menguat terhadap yen sampai ke 97,63, setelah berada di level terendah dalam 11 tahun terakhir 97,01. Aussie, yang sangat sensitif dengan berita dari China, melonjak hingga ke $1,0362. Aussie juga relatif bertahan dibandingkan euro dan sterling karena ditopang oleh kenaikan harga komoditas.
Euro juga terangkat oleh hasil lelang Perancis, yang ternyata tetap banyak peminatnya dengan biaya yang lebih rendah dari lelang sebelumnya. Perancis, yang kehilangan rating topnya, berhasil mengumpulkan 8,59 miliar euro. Tapi penguatan euro ini masihlah rentan, karena hanya didukung oleh faktor yang bersifat sementara dan tidak berpengaruh langsung ke kondisi fundamental Eropa.
Baru saja menurunkan rating beberapa negara Eropa, Standard & Poor’s memberi pukulan ekstra, dengan juga memangkas peringkat dana talangan Eropa (EFSF). S&P kemarin menurunkan rating EFSF ke AA+ dari AAA, langkah yang sudah diperkirakan sejak Jumat lalu, ketika lembaga itu memangkas rating Perancis dan delapan negara lainnya. Makanya pengumuman ini, yang dibuat setelah pasar Eropa ditutup, ternyata tidak membuat pasar bergejolak. Memang, pasca downgrade massal, banyak kalangan yang memperkirakan penuruna rating EFSF tinggal menunggu waktu saja.
Meski tidak mengejutkan, pasar kemungkinan tetap khawatir dengan efek jangka panjangnya. pasar khawatir penurunan rating akan menambah biaya pinjaman di zona euro, memperburuk krisis, dan menambah ancaman default, yang bisa mengancam keberlangsungan mata uang tunggal Eropa itu. Penurunan rating EFSF dicemaskan dapat menghambat upaya pengentasan krisis utang.
EFSF akan melelang bill enam bulan senilai 1,5 miliar euro untuk membiayai program pinjaman Irlandia dan Portugal. Melihat hasil Perancis, bisa jadi lelang nanti juga akan menuai sukses, meski ratingnya diturunkan. Pasar juga menantikan data sentimen bisnis Jerman hasil survei ZEW, yang diperkirakan akan menunjukkan perbaikan. Bila kedua faktor di atas positif, euro berpeluang melanjutkan rebound-nya, selama juga tidak ada berita buruk baru.
Rekomendasi
EUR-USD
USD-JPY
GBP-USD
USD-CHF
AUD-USD
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Rekomendasi Trading Forex Sesi Eropa, AS (18 Mei 2012)
- Krisis Yunani & Spanyol terus tekan euro
- Euro rebound, tapi masih rentan
- Rekomendasi Trading Forex Sesi Eropa, AS (16 Mei 2012)
- Krisis Yunani memburuk, euro terpuruk
- Rekomendasi Trading Forex Sesi Eropa, AS (15 Mei 2012)
- Kisruh politik Yunani masih bebani euro
- Rekomendasi Trading Forex Sesi Eropa, AS (14 Mei 2012)
- Yunani makin goyang, euro terguncang
- Rekomendasi Trading Forex Sesi Eropa, AS (11 Mei 2012)
- Euro dibayangi krisis Yunani & Spanyol
- Rekomendasi Trading Forex Sesi Eropa, AS (10 Mei 2012)
- Euro masih merana, aussie melesat
- Rekomendasi Trading Forex Sesi Eropa, AS (09 Mei 2012)
- Gejolak politik Yunani tekan euro



