Euro terangkat G-20
Jakarta, Strategydesk - Euro sedikit pulih dari level terendah dalam delapan bulan terakhir hari ini menyusul pernyataan G-20. Tapi para analis memperingatkan sentimen masih negatif.
Risk aversion menguasai pasar dalam beberapa sesi terakhir dan dollar menjulang karena investor mencari aman di tengah kepanikan. Aham dan komoditas bertumbangan, mencerminkan keresahan investor akan prospek ekonomi global.
Aksi jual berkurang setelah G-20 mengumumkan komunike berjanji aksi terkoordinasi untuk mencegah krisis ekonomi global, dengan Eropa menyetujui tenggat waktu meratifikasi perluasan dana talangan EFSF pada pertengahan Oktober nanti.
Namun dampak pernyataan G-20 kemungkinan tidak akan lama. Apalgi bila berita buruk terus berdatangan di minggu depan. Alhasil, investor akan kembali ke safe haven dollar dan yen. Pada jam 17:00 WIB, euro diperdagangkan di $1,3488, menguat dari level penutupan sebelumnya $1,3454. Terhadap yen, euro menguat ke 102,80 dari 102,60
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Aussie masih bearish, sempat tembus paritas
- Setelah anjlok, euro coba bangkit
- Euro, franc melesat atas dollar
- Inggris resesi lagi, sterling koreksi
- Inflasi melambat tajam, aussie anjlok
- Data ritel makin lambungkan sterling
- RBA, isu Eropa tekan aussie
- Yen rally setelah BOJ
- Sterling melaju berkat data PMI
- Eksportir Jepang angkat yen
- BOE Minutes, laporan defisit tekan sterling
- Isu ekonomi China hantam aussie
- Dollar rally, yen terus melorot
- Data bagus, euro tetap lunglai
- Aussie koreksi jelang data, RBA



