Euro stagnan, lelang Italia dinantikan
Jakarta, Strategydesk - Euro terjebak dalam range yang sama seperti sesi sebelumnya, tak banyak gerak karena lesunya aktivitas perdagangan menjelang akhir tahun.
Hal itu akan membuat euro sulit beranjak naik di saat pasar menantikan hasil lelang obligasi Italia yang diselenggarakan besok. Euro bertengger di $1,3068, tak banyak berubah dari level penutupan New York dini hari tadi dan belum jauh dari level terendah dalam 11 bulan terakhir $1,2944.
Di banyak negara, termasuk di Asia, banyak sebagian pelaku pasar sudah berlibur minggu ini, yang membuat volume perdagangan menurun tajam. Tapi bagi yang masih aktif, krisis utang Eropa masih menjadi isu utama. Senin lalu, Perancis melaporkan tingkat penganggurannya mencapai level tertinggi dalam 12 tahun terakhir.
Pergerakan pasar diperkirakan sempit memasuki akhir tahun karena banyak pelaku pasar yang sudah tutup buku. Tapi rencana Italia menggelar lelang obligasi besok bisa memberikan sedikit pengalihan. Para analis mengatakan lelang ini akan diamati terutama dengan yieldnya kembali mendekati 7%. Ini akan menjadi indikator yang dapat menentukan minat pasar pada obligasi zona euro di tahun depan.
Angka 7% adalah level psikologis karena level itulah yang membuat Yunani, Irlandia dan Portugal minta bailout dan menjadi pasien IMF. Pasar akan resah bila yield berada di level itu untuk waktu yang lama. Pasar khawatir Italia bisa bernasib sama, apalagi harus membayar pelunasan pokok obligasi (redemption) dan kupon sekitar 100 miliar euro selama Januari-April 2012.
Setelah ECB menawarkan 490 miliar euro ke 523 bank minggu lalu, pasar akan mengamati tanda-tanda likuiditas segar itu digunakan untuk membeli surat utang di pasar obligasi yang sedang bergejolak itu. Tapi pasar juga khawatir sepinya pasar jelang akhri tahun akan semakin mempersulit Italia mengumpulkan dana.
Data ekonomi AS semalam yang cukup bagus pun ternhyata tidak banyak berefek ke pasar. Indeks sentimen konsumen versi Conference Board naik ke 64,4 di Desember dari 55,2 di Nopember. Tidak ada data penting terjadwal hari ini, baik dari Eropa maupun AS. Situasi ini akan membuat pergerakan semakin sempit.
Pasar juga mewaspadai ancaman penurunan rating dari Moody’s Investor Service atau Standard & Poor’s. Kedua lembaga itu menempatkan rating negara zona euro dalam evaluasi. Perancis dipandang rentan kehilangan rating AAA-nya.
Rekomendasi
EUR-USD
USD-JPY
GBP-USD
USD-CHF
AUD-USD
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Rekomendasi Trading Forex Sesi Eropa, AS (18 Mei 2012)
- Krisis Yunani & Spanyol terus tekan euro
- Euro rebound, tapi masih rentan
- Rekomendasi Trading Forex Sesi Eropa, AS (16 Mei 2012)
- Krisis Yunani memburuk, euro terpuruk
- Rekomendasi Trading Forex Sesi Eropa, AS (15 Mei 2012)
- Kisruh politik Yunani masih bebani euro
- Rekomendasi Trading Forex Sesi Eropa, AS (14 Mei 2012)
- Yunani makin goyang, euro terguncang
- Rekomendasi Trading Forex Sesi Eropa, AS (11 Mei 2012)
- Euro dibayangi krisis Yunani & Spanyol
- Rekomendasi Trading Forex Sesi Eropa, AS (10 Mei 2012)
- Euro masih merana, aussie melesat
- Rekomendasi Trading Forex Sesi Eropa, AS (09 Mei 2012)
- Gejolak politik Yunani tekan euro



