Euro rentan pasca downgrade massal

Tanggal January 16, 2012 / 10:02 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk - Euro rentan semakin tenggelam setelah Standard & Poor’s menurunkan rating beberapa negara Eropa, termasuk Perancis, memberi pukulan telak di tengah upaya pengentasan krisis utang.
S&P mencopot Perancis dari rating topnya, dan memangkas delapan negara lainnya, menambah kekhawatiran gejolak finansial di Eropa bisa memburuk. Sehari setelah isu dan spekulasi, S&P akhirnya secara resmi, mengumumkan pada akhir pekan lalu, menurunkan rating Perancis satu tingkat dari AAA ke AA+. Negara lainnya yang juga diturunkan satu tingkat adalah Austria, Malta, Slovakia dan Slovenia.
S&P memberi berita lebih buruk ke Italia, Spanyol, Siprus dan Portugal, dengan diturunkan dua peringkat. Downgrade ini membawa Siprus dan Portugal ke status junk, yang sudah ditempati oleh Yunani. Sedangkan negara yang tidak terkena downgrade, kali ini, antara lain Jerman, Belgia, Irlandia, Finlandia, Belanda, Luksemburg dan Estonia.
Penurunan rating ini dilakukan oleh S&P karena menganggap inisiatif kebijakan yang diambil para pemimpin Eropa belumlah cukup untuk mengatasi masalah sistemik di zona euro.  Downgrade ini mencerminkan para pemimpin masih jauh dari keberhasilan untuk mengentaskan masalah utang dan mengembalikan pertumbuhan ekonomi. Bagi Presiden Perancis Nicolas Sarkozy,  penurunan rating ini menjadi pukulan telak yang dapat memupuskan peluangnya terpilih kembali.
Berita ini datang di saat negosiasi antara Yunani dan kreditor mengenai pertukaran utang (debt swap) gagal, meningkatkan risiko default.  Akhir pekan lalu, euro sempat ke level terendah dalam 16 bulan terakhir di $1,2623, Terhadap yen, euro terjungkal ke level terendah dalam 11 tahun terakhir di 97,25. Euro juga merana terhadap aussie, jatuh ke rekor terendahnya di A$1,2250.
Lembaga rating lainnya, yang juga mengevaluasi rating zona euro, akan mengumumkan keputusannya minggu ini. Fitch Ratings memang pernah mengatakan akan mengumumkannya sebelum akhir bulan ini. Isu rating Eropa akan mengisi berita utama minggu ini dan kemungkinan akan mempengaruhi pergerakan euro.
Sebenarnya, penurunan rating Perancis memang sudah diduga banyak kalangan, terutama semenjak negara itu masuk daftar pengawasan. Tapi pasar juga khawatir penurunan rating akan menambah biaya pinjaman di zona euro, memperburuk krisis, dan menambah ancaman default, yang bisa mengancam keberlangsungan mata uang tunggal Eropa itu. Selain itu, bila rating seperti Jerman dan Perancis diturunkan dari AAA, peringkat dana talangan (EFSF) juga bisa terancam. Hal ini juga mempersulit upaya pengentasan krisis.
Tidak ada data penting terjadwal dari Eropa hari ini, satu-satunya data hanyalah inflasi Italia. Dengan liburnya pasar AS, aktivitas perdagangan hari ini akan berkurang, yang dapat membatasi laju mata uang.

Rekomendasi
EUR-USD


USD-JPY


GBP-USD


USD-CHF


AUD-USD

Pencarian Data

Masukkan kata kunci yang ingin Anda cari

Statistic

eXTReMe Tracker

Advertisement

  • Ezydeal

    Ayo trading menggunakan ezydeal. Buka free account