Euro rebound, masih bearish

Tanggal January 09, 2012 / 6:50 pm. Oleh: Nizar Hilmy

Jakarta, Strategydesk - Euro berhasil rebound dari level terendah dalam 16 bulan terakhir menyusul berkurangnya aksi jual. Tapi penurunan lanjutan masih mungkin terjadi karena kekhawatiran soal krisis utang membuat investor tetap bearish.

Pasar menantikan pertemuan antara Kanselir Jerman Angela Merkel dan Presiden Perancis Nicolas Sarkozy yang akan membahas solusi untuk mendorong pertumbuhan dan wacana integrasi fiskal.

Sentimen pasar jatuh setelah berhembus kabar di akhir pekan dari majalah Jerman Der Spiegel bahwa IMF semakin ragu dengan kemampuan Yunani membenahi masalah keuangannya. Selain itu, penasihat Menteri Keuangan Jerman Wolfgang Schaeuble mengatakan kepada surat kabar Yunani bahwa pemangkasan utang sebesar 50%, kemungkinan tidak cukup untuk mengurangi beban utangnya.

Menurut analis, berita dari zona euro, terutama soal Yunani, tidaklah membantu. Pasar juga bersikap defensif menjelang even penting minggu ini. Selain pertemuan Merkozy, pasar juga menantikan lelang obligasi Spanyol dan Italia, dan hasil rapat reguler ECB. Dengan yield Italia dekat 7%, pasar ingin meliat sejauh mana minat investor di awal tahun ini.

Pada jam 18:30 WIB, euro diperdagangkan di $1,2752, menguat dari level penutupan akhir pekan lalu $1,2719. Mata uang tunggal Eropa itu sempat anjlok ke $1,2665 hari ini, terendah sejak September 2010. Terhadap yen, euro menguat ke 97,93 dari 97,90. Euro sempat merosot sampai ke 97,26 yen, terendah dalam 11 tahun terakhir.

Pencarian Data

Masukkan kata kunci yang ingin Anda cari

Statistic

eXTReMe Tracker

Advertisement

  • Ezydeal

    Ayo trading menggunakan ezydeal. Buka free account