Euro rebound berkat lelang Spanyol, data AS

Tanggal December 21, 2011 / 9:37 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk - Euro berhasil lepas dari range sempitnya dan meraih kembali $1,31 untuk pertama kalinya dalam seminggu terakhir berkat hasil lelang obligasi Spanyol dan data ekonomi dari Eropa dan AS.
Spanyol, ekonomi terbesar keempat Eropa dan salah satu yang sedang dirundung masalah keuangan, berhasil menjual lebih dari 5 miliar euro surat utang jangka pendek. Investor senang dengan turunnya biaya pinjaman dibandingkan lelang bulan lalu, dan yield obligsi tenor 10 tahun juga ikut turun. Yield obligasi Italia, yang juga sempat melonjak, turut melandai dari level psikologis 7%.
Hasil lelang ini menjadi berita positif yang ditunggu pasar untuk mendorong euro. Euro juga terangkat oleh data indeks sentimen bisnis Jerman hasil survei Ifo. Indeks itu ternyata naik ke 107,2 di Desember dari 106,6 di Nopember, melawan prediksi turun ke 106. Kenaikan sentimen ini menandakan kekuatan ekonomi Jerman di tengah krisis utang yang menghambat pertumbuhan zona euro.
Pasar juga menyambut data housing starts AS yang memperlihatkan kenaikan 9,3% pada Nopember ke level tertinggi dalam 19 bulan terakhir. Aktivitas konstruksi juga meningkat ke 681.000 di bulan ini. Kedua data itu mengindikasikan sektor perumahan AS, yang menjadi pusat krisis finansial 2008, sedang membaik.
Euro berhasil menyentuh $1,3131 semalam berkat hasil lelang Spanyol dan data ekonomi di atas. Mata uang tunggal Eropa itu menguat 0,6% terhadap dollar dan menjauhi level terendah dalam 11 bulan terakhir $1,2944 yang ditempatinya minggu lalu. Mata uang berisiko lainnya seperti sterling dan aussie turut terangkat. Sterling berhasil menyentuh level $1,5700 dan aussie menggapai $1,0134.
Fokus hari ini tertuju pada ECB, yang akan mengumumkan program pinjaman tiga tahun ke bank, ditujukan untuk menambah likuiditas ke sistem finansial. Sumber menyebutkan lebih dari 10 bank Italia ingin mengajukan pinjaman itu dengan menggunakan obligasi sebagai jaminan. Pasar berharap pinjaman murah dan tak terbatas itu akan mendorong bank untuk membeli obligasi Italia dan Spanyol, yang dapat membuat yield-nya semakin turun. ECB melaksanakan itu sebagai bentuk perannya membantu mengatasi krisis utang. Tapi hingga saat ini ECB belum bersedia melakukan Quantitative Easing (QE) seperti the Fed dan BOE.
Even lainnya terjasdwal hari ini adalah data PDB Italia, yang kemungkinan akan memperlihatkan ekonomi selama kuartal ketiga terkontraksi 0,2% per kuartal dan tumbuh 0,4% per tahun. BOE akan mengumumkan minute-nya, yang diperkirakan akan menunjukkan para pejabatnya masih membuka peluang penambahan QE. Di AS, data terjadwal adalah existing home sales, yang diperkirakan naik 2,6% selama Nopember.

Rekomendasi
EUR-USD


USD-JPY


GBP-USD


USD-CHF


AUD-USD













Pencarian Data

Masukkan kata kunci yang ingin Anda cari

Statistic

eXTReMe Tracker

Advertisement

  • Ezydeal

    Ayo trading menggunakan ezydeal. Buka free account