Euro mulai lunglai
Jakarta, Strategdesk - Euro berhasil menggapai level tertinggi dalam 11 minggu terakhir terhadap dollar dan level tertinggi dalam tujuh minggu terakhir terhadap yen berkat laporan keuangan bank Eropa yang solid.
Kinerja keuangan dari bank Swiss UBS dan bank Jerman Deutsche Bank mengangkat saham Eropa. Hal ini semakin mendorong sektor perbankan menyusul hasil stress test minggu lalu.
Namun, euro akhirnya terkoreksi karena data ekonomi AS yang mengecewakan dan lesunya saham AS, yang mengurangi minat terhadap aset berisiko. Penguatan mata uang tunggal Eropa itu terpangkas karena data sentimen konsumen AS yang jatuh ke level terendah sejak Februari.
Indeks sentimen konsumen hasil survei Conference Board turun ke 50,4 di Juli dari 54,3 bulan lalu. Jatuhnya sentimen ke level terendah dalam lima bulan terakhir ini disebabkan oleh kecemasan mengenai lapangan kerja.
Memang, sentimen terhadap ekonomi Eropa masih membaik dan sebaliknya, sentimen terhadap AS tetap negatif, menyusul serangkaian data yang mengindikasikan perlambatan. Namun, pergerakan semalam menunjukan bahwa euro sepertinya mulai lunglai.
Situasi terlihat memburuk di AS, sedangkan Eropa terus menunjukan perkembangan positif. Namun, sampai kapan situasi ini berlangsung? Bisa saja, suatu saat terjadi perubahan kondisi, terutama menyangkut krisis fiskal. Meski kondisi membaik, dan beberapa negara Eropa berhasil menjual surat utang dan mendapatkan pembiayaan, krisis itu belumlah tuntas.
Sejak mencapai level terendahnya dalam 4 tahun terakhir awal Juni lalu, euro terus menanjak hingga akhirnya menggapai $1,30 minggu lalu. Selama tren kenaikan itu, euro bisa dikatakan tidak mengalami koreksi yang signifikan.
Kondisi fundamental akan membuat pasar mengevaluasi nilai tukar euro. Dengan pertumbuhan diproyeksikan hanya 1,3% tahun ini dan 2,2% tahun depan, euro sepertinya harus menempuh kesulitan untuk bisa melampaui $1,30. Meski demikian, penurunan euro kemungkinan masih terbatas. Selama tidak ada berita buruk yang menghantam minat terhadap aset berisiko, euro kemungkinan mampu bertahan di atas $1,28.
Data terjadwal hari ini adalah durable goods orders AS, yang diperkirakan akan menunjukan kenaikan 1,0%. Order di luar transportasi diperkirakan naik 0,4%. Data yang positif dapat mengurangi kecemasan mengenai ekonomi AS.Fokus pasar lainnya adalah laporan ekonomi the Fed yang tertuang dalam Beige Book. Pasar ingin mengetahui pandangan the Fed mengenai prospek ekonomi AS.
Rekomendasi
EUR-USD
USD-JPY
GBP-USD
USD-CHF
AUD-USD
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Isu perbankan Eropa tekan euro
- Minim katalis, euro terancam koreksi
- Jelang payroll, pasar konsolidasi
- Euro rentan jelang ECB
- Yen koreksi, data PDB angkat aussie
- Ketidakpastian global tekan pasar
- Bernanke angkat pasar, BOJ jadi fokus
- Pasar nantikan PDB AS, Bernanke
- Data AS hantam dollar
- Euro bertahan, data Ifo dinantikan
- Safe haven berjaya di tengah kecemasan soal ekonomi
- Dollar melemah jelang data PMI
- Data AS picu risk aversion
- Isu stimulus BOJ jatuhkan yen
- Euro terkoreksi, sentimen rapuh



