Euro mencoba pertahankan gain
Jakarta, Strategydesk - Euro bertengger dekat level penutupan sesi sebelumnya, mencoba pertahankan penguatan yang diraihnya setelah pelaku pasar mengurangi posisi short-nya.
Euro berada di $1,2767 setelah rebound dari level terendah dalam 16 bulan terakhir, $1,2665. Penguatan ini terjadi setelah euro tenggelam selama empat sesi sebelumnya. Berbagai berita negatif minggu lalu menekan kinerja mata uang tunggal Eropa itu. Kemarin, di tengah surutnya berita buruk, euro berhasil bangkit.
Meski euro rebound terhadap dollar dan yen, pasar belum yakin para pemimpin Eropa mamu menyelamatkan euro. Semua mata tertuju ke pembicaraan di Berlin, antara Kanselir Jerman Angela Merkel dan Presiden Perancis Nicolas Sarkozy. Sayangnya, pernyataan mereka belum meyakinkan pasar.
Mereka mengklaim adanya perkembangan dalam pembicaraan. Kedua pemimpin itu mengatakan semakin dekat dengan kesepakatan dan Pakta Fiskal Uni Eropa bisa rampung di Januari atau selambatnya Maret.
Kedua pemimpin juga berbicara perlunya mendorong pertumbuhan dan daya saing. Tapi pembicaraan dibayangi oleh kekhawatiran Yunani tidak akan mampu mengendalikan utangnya. Bahkan mereka memperingatkan Yunani tidak akan mendapat kucuran dana berikutnya sampai sepakat dengan kreditor mengenai bond swap.
Kejatuhan tajam selama empat sesi terakhir memang membuka peluang untuk bargain hunting, Tapi, tanpa didukung katalis dari berita positif, sulit bagi euro melanjutkan penguatannya. Tapi ada berita baik, yaitu Jerman berhasul menjual 3,9 miliar euro bill tenor enam,bulan dengan yield negatif untuk pertama kalinya dalam sejarah, indikasi investor saat ini ingin keamanan bukan imbal hasil. Berita baik lainnya adalah penurunan yield obligasi Spanyol, menjelang lelang obligasi Spanyol dan Italia Kamis nanti.
Merkel akan bertemu dengan Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde hari ini, membahas krisis utang. Meski hanya bersifat informal dan pertukaran pandangan, pertemuan itu merupakan di antara aktivitas diplomasi di tahun baru yang ditujukan untuk mengatasi krisis utang, di saat Eropa terancam resesi.
Data perdagangan China, yang akan diumumkan hari ini, kemungkinan akan memperlihatkan hanya tumbuh 13,5%, paling lambat dalam dua tahun terakhir. Bila terjadi kekecewaan bisa menekan mata uang yang sensitif dengan perkembangan China, seperti aussie. Tidak ada data penting hari ini terjadwal di Eropa ataupun AS. Tapi pasar tetap mewaspadai berita-berita negatif yang mungkin datang dari Eropa, terutama terkait krisis utang. Sementara itu, beberapa pejabat the Fed akan berpidato malam nanti.
Rekomendasi
EUR-USD
USD-JPY
GBP-USD
USD-CHF
AUD-USD
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Rekomendasi Trading Forex Sesi Eropa, AS (18 Mei 2012)
- Krisis Yunani & Spanyol terus tekan euro
- Euro rebound, tapi masih rentan
- Rekomendasi Trading Forex Sesi Eropa, AS (16 Mei 2012)
- Krisis Yunani memburuk, euro terpuruk
- Rekomendasi Trading Forex Sesi Eropa, AS (15 Mei 2012)
- Kisruh politik Yunani masih bebani euro
- Rekomendasi Trading Forex Sesi Eropa, AS (14 Mei 2012)
- Yunani makin goyang, euro terguncang
- Rekomendasi Trading Forex Sesi Eropa, AS (11 Mei 2012)
- Euro dibayangi krisis Yunani & Spanyol
- Rekomendasi Trading Forex Sesi Eropa, AS (10 Mei 2012)
- Euro masih merana, aussie melesat
- Rekomendasi Trading Forex Sesi Eropa, AS (09 Mei 2012)
- Gejolak politik Yunani tekan euro



