Euro masih tenggelam jelang pertemuan Merkozy
Jakarta, Strategydesk - Euro masih dalam kondisi bearish dalam awal perdagangan hari ini, di tengah masih kuatnya kekhawatiran soal krisis utang menjelang pertemuan pemimpin Jerman dan Perancis.
Kombinasi masalah krisis utang dan data ketenagakerjaan AS yang bagus membenamkan euro hingga ke level terendah dalam 16 bulan terakhir terhadap dollar dan 11 tahun terakhir terhadap yen. Euro anjlok 2% minggu lalu, menghapus penguatan yang sempat didapatnya. Serangkaian berita negatif dari Eropa menambah derita untuk euro.
Lelang obligasi Italia, Jerman dan Perancis memang memperlihatkan masih ada investor yang berminat dengan surat utang Eropa. Tapi euro tidak mampu lepas dari pesimisme yang sudah menjangkiti pasar selama dua tahun terakhir. Tingginya biaya pinjaman (yield) juga menjadi pertanda bahwa kepercayaan investor masih rapuh.
Sudah terpukul oleh berita mengenai masalah permodalan bank yang kritis, euro dihantam oleh laporan dari majalah Jerman Der Spiegel Sabtu lalu yang menyebutkan IMF semakin pesimis dengan kemampuan Yunani membenahi keuangannya dan mengurangi utangnya. Media lain melaporkan IMF juga berencana memangkas proyeksi pertumbuhan global karena efek krisis utang.
Menambah sentimen negatif, Fitch Ratings menurunkan peringkat kredit Hongaria ke status junk. Meski negara itu bukanlah anggota zona euro, penurunan ini mencerminkan dampak krisis utang. Dengan ini, Fitch menyusul dua lembaga rating lainnya, Moody dan S&P, yang sudah men-downgrade rating Hongaria.
Dalam perdagangan di Asia, euro sempat terjungkal sampai $1,2665, terendah sejak September 2010. Terhadap yen, euro merosot ke 97,26. Faktor lain yang menekan euro adalah data ekonomi AS, yang kini berbalik justru mendukung dollar. Data Jumat lalu memperlihatkan non-farm payroll bertambah sebanyak 200.000 selama Desember, lebih tinggi dari prediksi 150.000, dan tingkat pengangguran turun ke 8,5% dari 8,7%.
Kejatuhan tajam selama empat sesi terakhir seharusnya membuka peluang untuk bargain hunting, Tapi, tanpa didukung katalis dari berita positif, sulit bagi euro untuk bangkit dari keterpurukannya. Oleh karena itu, pasar akan mencermati pertemuan Kanselir Jerman Angela Merkel dan Presiden Perancis Nicolas Sarkozy hari ini. Duo yang amat memperngaruhi kebijakan zona euro itu akan membahas masalah yang menyangkut keberlangsungan blok itu, salah satunya integrasi fiskal.
Pernyataan dari kedua pemimpin itu, bila disambut pasar, mungkin bisa mengangkat euro, tapi kemungkinan masih belum mengubah trennya. Minggu ini dipenuhi oleh even dari Eropa, selain pertemuan Merkozy, Perdana Menteri Italia Mario Monti akan ke Berlin Rabu nanti, hari yang sama Uni Eropa membahas obligasi euro. Esoknya, ECB akan menggelar rapat reguler.
Rekomendasi
EUR-USD
USD-JPY
GBP-USD
USD-CHF
AUD-USD
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Rekomendasi Trading Forex Sesi Eropa, AS (18 Mei 2012)
- Krisis Yunani & Spanyol terus tekan euro
- Euro rebound, tapi masih rentan
- Rekomendasi Trading Forex Sesi Eropa, AS (16 Mei 2012)
- Krisis Yunani memburuk, euro terpuruk
- Rekomendasi Trading Forex Sesi Eropa, AS (15 Mei 2012)
- Kisruh politik Yunani masih bebani euro
- Rekomendasi Trading Forex Sesi Eropa, AS (14 Mei 2012)
- Yunani makin goyang, euro terguncang
- Rekomendasi Trading Forex Sesi Eropa, AS (11 Mei 2012)
- Euro dibayangi krisis Yunani & Spanyol
- Rekomendasi Trading Forex Sesi Eropa, AS (10 Mei 2012)
- Euro masih merana, aussie melesat
- Rekomendasi Trading Forex Sesi Eropa, AS (09 Mei 2012)
- Gejolak politik Yunani tekan euro



