Euro makin merosot
Jakarta, Strategydesk - Euro merosot ke level terendah dalam enam bulan terakhir terhadap dollar karena terus tertekan setelah ECB menyampaikan pernyataan yang dovish.
Euro terjungkal kemarin setelah Presiden ECB Jean-Claude Trichet memperingatkan potensi perlambatan ekonomi dan kemungkinan inflasi turun ke bawah 2% di 2012. Hal itu merupakan perubahan dari bulan lalu ketika ia mengatakan ancaman terhadap stabilitas harga.
Para analis mengatakan itu mengidikasikan ECB, yang menaikkan rate pada April dan Juli, mulai bersikap netral di tengah krisis utang Eropa. Menurut mereka, pasar mencari alasan untuk menjual euro dan perubahan sikap ECB itu cukup untuk itu. Penyebab lainnya kejatuhan euro adalah memburuknya situasi di Yunani.
Pada jam 18:20 WIB, euro diperdagangkan di $1,3813, terendah sejak Maret lalu, melemah dari level penutupan sebelumnya $1,3884. Terhadap yen, euro relatif stabil di 107,51. Euro melemah terhadap sterling ke 0,8658 dari 0,8698.
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Aussie masih bearish, sempat tembus paritas
- Setelah anjlok, euro coba bangkit
- Euro, franc melesat atas dollar
- Inggris resesi lagi, sterling koreksi
- Inflasi melambat tajam, aussie anjlok
- Data ritel makin lambungkan sterling
- RBA, isu Eropa tekan aussie
- Yen rally setelah BOJ
- Sterling melaju berkat data PMI
- Eksportir Jepang angkat yen
- BOE Minutes, laporan defisit tekan sterling
- Isu ekonomi China hantam aussie
- Dollar rally, yen terus melorot
- Data bagus, euro tetap lunglai
- Aussie koreksi jelang data, RBA



