Euro jatuh ke bawah $1,30

Tanggal December 15, 2011 / 10:11 am. Oleh: Nizar Hilmy

Jakarta, Strategydesk - Euro jatuh ke ke level terendah dalam hampir setahun terakhir karena munculnya kembali ketakutan pasar akan memburuknya kondisi di Eropa.
Euro bawah level psikologis $1,30 kemarin karena mencuatnya keresahan mengenai krisis utang. Euro terjerembab karena kenaikan yield Italia dan investor semakin ragu akan prospek integrasi fiskal.Italia dan Jerman berhasil mengumpulkan dana mendekati target dalam lelang obligasi kemarin, tapi dengan harus memberi imbalan yang lebih tinggi.
Italia berhasil menjual 3 miliar euro obligasi, namun dengan yield sebesar 6,47%. Kenaikan yield ini menjadin indikasi investor masih belum yakin dengan langkah yang diambil Italia dalam hal ini PM-nya Mario Monti. Kenaikan yield Italia menunjukkan optimisme pasar sudah pudar hanya beberapa hari setelah pertemuan krusial. Monti menghadapi penolakan dari pejabat konservatif dan pemimpin buruh karena pogram pengetatan.
Fitch menurunkan rating beberapa bank besar Perancis. Pasar juga sudah mengantisipasi kemungkinan S&P memangkas peringkat kredit Perancis dan Negara zona euro lainnya. Salah satu pejabat Perancis mengatakan pemerintah belum tahu apa yang akan dilakukan S&P soal ratingnya. S&P biasanya memberi pemerintah waktu 12 jam menjelang perubahan rating.
Dengan lewatnya the Fed dan tidak ada rencana QE3, pasar berharap adanya peran the Fed lebih berperan dalam membantu Eropa. Tapi Ketuanya Ben Bernanke mengatakan pihaknya tidak berencana memberi bantuan tambahan ke bank Eropa meski di tengah berkecamuknya krisis utang.  Dalam pertemuan tertutup dengan senator, Bernanke menegaskan tidak berniat membantu institusi keuangan Eropa karena tidak unya otoritas mem-bailout negara atau bank asing.
Semakin menekan sentimen pasar adalah pernyataan salah satu anggota dewan ECB Jens Weidmann yang mengatakan sejawatnya semakin skeptis dengan program pembelian obligasi, yang juga ia tentang. Semalam, euro sempat anjlok hingga $1,2983, terendah sejak  Januari 2011. Menurut analis, pasar belum melihat apapun substansial yang dapat menghentikan krisis. Memang ada keputusan, tapi belum ada yang mengubah secara fundamental prospek krisis.
Mata uang berisiko lainnya, sterling dan aussie, masih bergerak searah dengan euro. Sterling merosot hingga ke $1,5407 dan aussie anjlok sampai di $0,9880. Secara siklus, memang penguatan dollar biasa terjadi menjelang akhir tahun.
Pasar kini menantikan lelang obligasi Spanyol dan data industry Jerman. Spanyol menjual obligasi tenor 5 dan 10 tahun. Kenaikan yield bisa menambah kekhawatiran di pasar. Indeks PMI Jerman manufaktur diperkirakan semakin tenggelam di kontraksi. ECB akan mempublikasikan laporan bulanannya dan SNB akan mengumumkan keputusan suku bunga. Datra lainnya adalah penjualan ritel Inggris, inflasi zona euro, dan initial jobless claim AS.

EUR-USD

JPY-USD

GBP-USD

USD-CHF

AUD-USD

Pencarian Data

Masukkan kata kunci yang ingin Anda cari

Statistic

eXTReMe Tracker

Advertisement

  • Ezydeal

    Ayo trading menggunakan ezydeal. Buka free account