Euro bertahan, data Ifo dinantikan
Jakarta, Strategydesk - Euro bertahan terhadap dollar namun melemah terhadap yen menyusul data perumahan AS yang buruk, yang meningkatkan kecemasan mengenai ekonomi terbesar dunia itu.
Data semalam menunjukan existing home sales merosot 27,2% di Juli, jauh lebih besar dari prediksi 13,4%.Penurunan tajam itu membuat penjualan anjlok ke level terendah dalam 15 tahun terakhir.
Data ekonomi yang buruk biasanya mendorong mata uang safe haven seperti dollar dan yen. Namun, data tersebut justru memangkas kejatuhan euro.
Data itu begitu buruknya hingga memicu spekulasi the Fed akan terpaksa menambah stimulus moneternya, dalam hal ini Quantitative Easing (QE). Faktor inilah yang mengikis penguatan dollar.
Euro sebelumnya sempat jatuh karena berita Standard & Poor’s menurunkan peringkat kredit Irlandia ke AA- dari AA dan memperingatkan penurunan lanjutan bila biaya untuk membantu sektor perbankan terus meningkat.
Dalam perdagangan hari ini di Asia, euro sedikit menguat terhadap dollar dan yen. Begitupun dengan sterling dan aussie. Sepertinya, semua mata uang berisiko itu sedang mengalami technical rebound menyusul kejatuhan di beberapa sesi sebelumnya. Namun, rebound hanya akan terbatas dan sekejap bila tanpa didukung faktor fundamental.
Safe haven lainnya, yen, terkoreksi terhadap dollar dan euro setelah menguat karena kecemasan mengenai ekonomi global dan kekecewaan pasar atas sikap pasif pemerintah Jepang mengenai apresiasi yen.
Yen terkoreksi setelah datang berita dari surat kabar Nikkei bahwa Menteri Keuangan Yoshihiko Noda akan melakukan intervensi bila yen terlalu menguat. Selain itu, BOJ diisukan sedang mempertimbangkan stimulus tambahan.
Data terjadwal hari ini adalah indeks sentimen bisnis Jerman hasil survei Ifo. Indeks ini diperkirakan turun ke 105,7 bulan ini dari 106,2 bulan lalu. Data yang negatif bisa menekan euro. Rebound euro bisa berlanjut bila datanya lebih baik dari prediksi.
Data lainnya adalah durable goods orders AS, yang diperkirakan naik 3,0% di Juli. Data yang positif bisa mengurangi kecemasan pasar mengenai ekonomi AS. Selain itu, ada data penjualan rumah baru (new home sales), yang diperkirakan flat bulan lalu. Namun,data existing home sales yang amat buruk, meningkatkan kemungkinan data new home sales juga ikut buruk.
Rekomendasi
EUR-USD
USD-JPY
GBP-USD
USD-CHF
AUD-USD
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Rekomendasi Trading Forex Sesi Eropa, AS (07 Februari 2012)
- Euro stabil, aussie rapuh jelang RBA
- Rekomendasi Trading Forex Sesi Eropa, AS (06 Februari 2012)
- Euro rentan seiring tenggat waktu Yunani
- Rekomendasi Trading FOrex Sesi Eropa, AS (03 Februari 2012)
- Pasar konsolidasi jelang payroll
- Rekomendasi Trading Forex Sesi Eropa, AS (02 Februari 2012)
- Risk appetite, dollar tergelincir
- Rekomendasi Trading Forex Sesi Eropa, AS (01 Februari 2012)
- Ketidakpastian nego Yunani tekan euro
- Rekomendasi Trading Forex Sesi Eropa, AS (31 Januari 2012)
- Investor resah, yen berjaya
- Rekomendasi Forex Sesi Eropa, AS (30 Januari 2012)
- Euro terkoreksi jelang pertemuan UE, deal Yunani
- Rekomendasi Trading Forex Sesi Eropa, AS (27 Januari 2012)



