Eropa siap rumuskan tatanan fiskal baru

Tanggal December 12, 2011 / 12:12 pm. Oleh: Nizar Hilmy

Jakarta, Strategydesk - Bagian terbaik dari pertemuan Eropa minggu lalu di Brussels adalah tercapainya kesepakatan mengenai tatanan fiskal baru, atau yang disebut dengan “fiscal compact” dan koordinasi lebih kuat dalam hal kebijakan ekonomi.

Sedangkan bagian terburuknya adalah perpecahan antara anggota euro dan non zona euro, terutama Inggris, yang mencuat setelah Perdana Menterinya David Cameron memveto proposal amandemen Traktat Lisbon, yang mencakup disiplin fiskal. Kemarahannya dipicu oleh penolakan sebagian besar pemimpin untuk menerima konsesi regulasi perbankan yang dianggap menguntungkan Kota London.

Di bawah tekanan pasar dan ancaman penurunan rating, pertemuan itu sendiri menghasilkan komitmen regulasi fiskal baru yang mengharuskan anggaran semua anggota seimbang atau surplus, hal ini akan diselaraskan dengan aturan yang berlaku di negara masing-masing.  Mekanisme koreksi otomatis akan diberlakukan, dan bagi siapapun yang melanggar, akan dikenakan sanksi.

Selain itu, dana talangan permanen, yang tertuang dalam Traktat Mekanisme Stabilitas Eropa senilai 500 miliar euro, akan diorganisasikan, secepatnya pertengahan 2012, bila Negara anggota memenuhi janji untuk meratifikasinya.

Faktor yang tidak kalah pentingnya, pertemuan itu sepakat dengan Perancis bahwa investor swasta, dalam hal ini bank, yang memegang obligasi negara bermasalah tidak perlu menanggung biaya bailout. Dewan Eropa menyimpulkan secara bulat keterlibatan investor swasta akan diputuskan berdasarkan praktik dan prinsip IMF.

Ini adalah hasil kompromi antara Jerman dan Perancis. Jerman, yang sempat berpandangan investor swasta tidak perlu dilindungi ketika bailout, sepertinya mengalah dengan imbalan kesepakatan untuk menerapkan disiplin fiskal.

Tapi posisi ECB dalam pengentasan krisis masih belum jelas. Setelah menolak tekanan membeli obligasi pemerintah menjelang pertemuan minggu lalu, ECB membeli obligasi Italia keesokan harinya dalam rangka mendorong harga dan menekan yield, yang justru member sinyal berlawanan.

Pasar dan lembaga rating terus mengamati perkembangan yang dapat dicapai para pemimpin Eropa. Dapatkah mereka meraih persetujuan dari parlemen nasional soal kesepakatan yang dibuat di Brussel dan mengimplementasikannya dengan cepat? Ini mungkin kesempatan terbaik, bahkan terakhir, untuk menyelamatkan euro.

Pencarian Data

Masukkan kata kunci yang ingin Anda cari

Statistic

eXTReMe Tracker

Advertisement

  • Ezydeal

    Ayo trading menggunakan ezydeal. Buka free account