Eropa mereda, Dow naik 2%, IHSG uji resis 3.800-3.875

Tanggal November 14, 2011 / 9:07 am. Oleh: Nanang Wahyudin

Jakarta, Strategydesk - Ketakutan pasar atas kemungkinan berkembangnya masalah Krisis Italia ternyata sudah jauh menghilang. Indeks Dow Jones Industrial naik 2.19% pada pergerakan hari Jumat. Posisi penutupan dari indeks ini, memang masih ditutup dibawah resisten 12250. Akan tetapi, karena sudah sempat melintasi resisten di 12200, kita sebaiknya memang harus 'curiga' bahwa kedepan, DJI memang berpeluang untuk menembus 12250 dan bakal terus bergerak naik hingga target dari double botton di 12500-13000.
IHSG hari ini bakal bergerak naik untuk menguji resisten di 3800-3875. Jika resisten 3875 mampu ditembus, resisten berikutnya untuk IHSG ada di 3950-4050.
Sementara itu, bursa regional yang pekan kemarin mengalami kejatuhan, diharapkan kembali bangkit dan di mulai awal perdagangan minggu ini. Keberhasilan bursa saham di AS mencatat penguatan signifikan Jumat lalu, berkat situasi Eropa yang perlahan-lahan mulai menunjukkan kemajuan.
Dan ini dipicu dari Italia pasca mundurnya Perdana Menteri Silvio Berlusconi dan kini digantikan dengan Mario Monti. Pasar berharap PM Mario yang terpilih ini bisa segera melakukan paket pengetatan guna memperbaiki perekonomian Italia.
Sedangkan Yunani menunjuk Lucas Papademos, mantan wakil presiden ECB, untuk menjadi Perdana Menteri Interim dalam pemerintahan baru yang ditugaskanh untuk mencegah negara itu default.
Pertanyaannya kini, di kedua negara, apakah teknokrat mampu memecahkan masalah setelah pemimpin terpilih gagal. Pernyataan lainnya adalah, apakah tekanan dari Uni Eropa ditambah dengan hukuman dari pasar keuangan akan cukup untuk mematahkan budaya patronasi yang disebut para ahli sebagai biang keladi ekonomi lesu dan krisis finansial.
Sepanjang pekan ini, investor akan disuguhkan data ekonomi penting AS, diantaranya Retail Sales, Business Inventories, PPI, Empire State Manufacturing, dirilis hari Selasa. Rabunya, CPI dan Industrial Production. Housing Starts dan Philadelphia Fed survey hari Kamis. Dan Jumatnya, Leading Indicators.

Review IHSG
T
ekanan jual masih melanda lantai Bursa Efek Indonesia (BEI). Di akhir perdagangan minggu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melanjutkan pelemahan.
Para pelaku pasar melanjutkan aksi profit taking karena masih khawatir akan penyelesaian masalah krisis utang di Eropa. Masih suramnya ekonomi di kawasan Benua Biru tersebut menjadi pemberat kinerja bursa global akhir-akhir ini.
Tujuh dari sepuluh sektor indeks sektoral yang diperdagangan di BEI melemah. Beberapa sektor mencatatkan penurunan yang signifikan antara lain: sektor pertambangan yang turun 0,87%, sektor consumer goods turun 0,44%, dan sektor industri dasar turun 0,42%. Sementara, sektor-sektor yang naik adalah sektor agrikultur dan konstruksi dengan kenaikan masing-masing 1,37% dan 0,65%.
Menutup perdagangan akhir pekan, Jumat (11/11/2011), IHSG melemah tipis 4,996 poin (0,14%) ke level 3.778,885. Sementara Indeks LQ 45 turun 1,988 poin (0,30%) ke level 671,875.
Saham-saham yang turun antara lain Gudang Garam (GGRM), Bayan (BYAN), Hexindo (HEXA), dan United Tractor (UNTR).
Sedangkan saham-saham yang naik diantaranya Indo Tambangraya (ITMG), Astra Internasional (ASII), SMART (SMAR), dan Surya Citra (SCMA).

Ulasan Teknikal
IHSG

T
erbentuknya pola doji pada candlestick masih belum mengkonfirmasi perubahan trend. Sementara yang terlihat saat ini adalah bahwa indeks masih mampu bertahan di atas support MA 10. Dengan begitu, harapan untuk tetap bullish masih ada, asalkan IHSG mampu menembus resistance di 3.800, untuk target bullish menuju area 3.875. Sementara trend bullish ini akan berakhir jika IHSG kembali bergerak di bawah level 3.750. Jika itu terjadi, maka IHSG berpotensi melanjutkan koreksinya menuju area 3.700 – 3.680. Untuk hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 3.750 – 3.830.

R3    3,833
R2    3,817
R1    3,798
   
Pivot    3,781
   
S1    3,762
S2    3,746
S3    3,727

Stock Pick
MNCN

P
ergerakan MNCN saat ini terlihat membentuk pola ascending triangle, sebuah pola yang mengindikasikan bullish continuatin. MA yang bergerak di atas menunjukkan bahwa MNCN masih berpelaung bullish. Indikator RSI masih terlihat positif, sementara stochastic mulai overbought. Kami melihat bahwa saat ini MNCN akan kembali menguji resistance di 1.160, yang sekaligus akan memberikan konfirmasi bullish continuation menuju area 1.300 – 1.450, jika resistance tersebut ditembus.
Rekomendasi     : Hold, and buy break 1.160, stop loss 1.100, target 1.300 – 1.450.
Support                : 1.100, 1.060
Resistance          : 1.160, 1.300

ANTM

G
aris trend serta moving average masih terlihat downtrend, menunjukkan bahwa secara keseluruan ANTM masih bearish. Indikator RSI serta stochastic masih negatif, dan belum ada sinyal untuk reversal. Kami masih melihat adanya potensi bagi ANRM untuk melanjutkan alur bearish-nya, dengan support terdekatnya saat ini di 1.620. Jika support tersebut, maka support selanjutnya akan muncul di area 1.510, kemudian 1.380.
Rekomendasi     : Sell
Support                : 1.620, 1.510
Resistance          : 1.730, 1.850

Rekomendasi
Stock Screener

Pencarian Data

Masukkan kata kunci yang ingin Anda cari

Statistic

eXTReMe Tracker

Advertisement

  • Ezydeal

    Ayo trading menggunakan ezydeal. Buka free account