Eropa masih bergejolak, emas kembali keluar dari zona $1.700
Jakarta, Strategydesk - Pada perdagangan hari ini di Asia, Emas kembali melorot dan terlempar dai area $1.700. logam mulia tersebut sedang menuju penurunan dalam dua minggu berturut-turut.
Krisis Eropa yang belum jelas penanganannya masih menjadi faktor pemicu turunnya emas hari ini.
Krisis tersebut diperkirakan bakal berlarut-larut dan bisa memicu krisis kredit. Kekhwatiran investor akan krisis tersebut telah menekan mata uang tunggal Eropa (euro) tumbang, dan berhasil mengangkat pamor dollar.
Kekhawatiran pun melanda bursa saham, gagalnya para pejabat Eropa untuk meyakinkan investor bahwa krisis tersebut bisa menjadi krisis kredit telah merontokkan bursa saham Asia pada perdagangan har ini.
Sementara itu, Perancis dan Jerman mulai sepakat untuk mengakhiri perseteruannya mengenai apakah ECB harus tungun tangan lebih jauh untuk mengatasi krisis utang tersebut.
sedangkan dari Italia, Perdana Menteri yang baru terpilih, Mario Monti saat ini sedang berjuang mengatasi beban utang yang melilit negaranya.
Fokus pasar hari ini tertuju ke lelang obligasi Italia, yang kemungkinan dapat semakin menekan euro. Italia bersiap menjual 8 miliar euro surat utang jangka pendek setelah yield obligasi tenor dua tahun naik ke 7,32% kemarin, tertinggi sejak 1997. Yield 7% adalah level yang membawa beberapa negara zona euro meminta bailout. Selain itu, para ekonom meyakinan yield di atas 4,5% terlalu tinggi buat Italia dan bisa menjerumuskan negara itu ke default dalam utang yang mencapai 120% PDB.
Rekomendasi
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Minyak masih tertekan ke support weekly
- Emas menanjak, krisis Eropa bisa membatasi kenaikan
- Minyak masih bearish, data crude oil dinanti
- Yunani adakan pemilu ulang, emas ambruk
- Minyak mendekati level oversold-nya
- Kisruh politik di Yunani, emas terus terbenam
- Eropa memburuk, emas kian meredup
- Sempat rebound, Emas jatuh lagi
- Emas mulai rebound, badai belum berlalu.
- Eropa galau, emas makin terperosok
- Sentimen Eropa menghambat laju emas
- Emas tesandung hasil pemilu di Perancis dan Yunani
- Faktor fundamental benamkan minyak
- Data AS mix, emas rontok, fokus payroll
- Data AS gagalkan bullish minyak



