Eropa krisis, BOJ turunkan penilaian ekonomi
Jakarta, Strategydesk - Bank Sentral Jepang (BOJ) menurunkan penilaian ekonominya seiring perlambatan ekonomi global dan krisis utang Eropa, yang berpotensi menggerus ekspornya.
BOJ mempertahankan suku bunganya hari ini, tapi bersikap pesimis dalam dan memperingatkan semakin luasnya efek krisis utang Eropa. Hal ini mengindikasikan kesiapannya untuk memperlonggar kebijakan lagi bila pemulihan ekonomi semakin terancam.
Sesuai prediksi, BOJ mempertahankan rate-nya di kisaran 0-01,% dan tidak menambah program pembelian asetnya. Tapi memperingatkan pertumbuhan global yang melambat, apresiasi yen dan gangguang produksi akibat banjir Thailand, bisa menghambat ekonomi Jepang.
“Ekonomi jepang terus tumbuh tapi dalam tingkat yang moderat, hal ini karena efek ekonomi global yang melambat,” katanya dalam pernyataan resminya pasca rapat reguler. BOJ juga memperingatkan bahwa krisis utang Eropa bisa memukul ekonomi global, dan lebih berhati-hati dengan prospek ekspor dan output. Di bulan sebelumnya, BOJ mengatakan ekonomi Jepang terus tumbuh dengan ekspor dan output terus meningkat sebagai tren.
Banyak anggota BOJ yang semakin cemas mengenai efek krisis utang Eropa, yang tidak hanya menghambat pertumbuhan di kawasan itu tapi juga dunia.
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Jepang mulai optimis dengan prospek ekonomi
- Yunani harus gelar pemilu ulang
- Euro, cacat sejak lahir
- Pejabat Eropa bersiap kemungkinan keluarnya Yunani dari euro
- Krisis perbankan, dilema Spanyol
- Meski surplus bertambah, ekspor & impor China melambat
- Jerman ke Yunani: Langgar aturan, tak ada bantuan
- Perancis & Yunani picu era ketidakpastian baru
- Yunani berisiko keluar dari euro?
- Draghi tetap buka ruang tindakan bila diperlukan
- ECB coba bertahan di tengah tekanan
- Manufaktur China membaik, indikasi pemulihan
- RBA pangkas rate 50 bps
- Spanyol dalam jeratan resesi
- BOJ tambah stimulus moneter



