Eropa butuh 2 triliun euro
Jakarta, Strategydesk - Eropa harus menambah jumlah dana talangan dan menyiapkan “bazoka” 2 triliun euro sebelum terlambat, menurut Nouriel Roubini.
Roubini, yang terkenal karena memprediksikan krisis finansial 2008, mengatakan hal itu dalam wawancara dengan Bloomberg di Dubai. “Saya sangat khawatir situasi menjadi tak terkendali. Anda butuh bazooka paling tidak 2 triliun euro, tapi tidak bisa menunggu sampai tiga bulan. Ini harus dilakukan dalam beberapa minggu,” katanya.
Euro jatuh ke level terendah dalam sembilan bulan terakhir terhadap dollar menjelang pertemuan menteri keuangan Eropa di Luksemburg hari ini, yang akan membahas krisis utang dan dana talangan.
Pemerintah kemarin mengumumkan langkah pengetatan 6,6 milar euro. Tapi Yunani tidak akan bisa mencapai target defisit yang ditetapkan bulan lalu dalam paket bailout, menurut RAPBN yang juga diumumkan kemarin.
Roubini kembali menegaskan Yunani sebaiknya keluar dari zona euro dan kembali ke mata uang lamanya drachma untuk menyelamatkan ekonominya. “Meski utangnya dikurangi, tidak akan mengembalikan pertumbuhan kecuali ada perubahan nilai tukar melalui depresasi dan kembali ke mata uang nasional,” katanya.
Para pemimpin Eropa berjuang dalam berbagai sisi, mengatasi krisis Yunani sembari membantu Italia dan Spanyol serta melindungi bank yang disebut IMF punya kredit berisiko sekitar 300 miliar euro.
“Masalahnya bukan Yunani yang bangkrut, tapi fakta ada dua gajah besar, Italia dan Spanyol. Mereka terlalu besar untuk gagal tapi juga terlalu besar untuk diselamatkan. Mereka pun mulai kehilangan kredibilitas, “ ujarnya. “Ada risiko aksi jual utang pemerintah keduanya.”
Menurut Roubini banyak langkah yang harus dilakukan untuk mengatasi krisis utang, di antaranya memangkas suku bunga ECB, menurunkan nilai euro, rekapitalisasi bank Eropa dan menjalankan proses mengizinkan Yunani keluar dari zona euro. Ada juga stimulus fiskal di zona euro untuk mencegah resesi di negara Eropa.
“Apa kemungkinan semua itu terlaksana dengan cara koheren, konsistem dan realistis? Kecil karena hambatan politik,” ujarnya. “Krisis utang Eropa memberikan dampak yang lebih buruk dari kebangkrutan Lehman Brothers.”
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Mengenal sosok Francois Hollande
- Roubini: Liburan usai, krisis utang kembali
- Spanyol menuju krisis finansial pada 2013
- Menkeu Jerman: Dana talangan cukup, tak perlu tambah lagi
- Survei tunjukkan optimisme atas dollar
- Default & exit Yunani: Baik untuk euro, buruk bagi korporat
- Apa sebenarnya LTRO ECB?
- Krugman: Yunani kehabisan alternatif
- Meski Diprotes, Parlemen Yunani Setujui Penghematan
- Hemat anggaran, Yunani PHK 15.000 PNS
- Ekonomi masih jadi fokus kampanye pilpres AS
- IMF : Asia punya ruang untuk stimulus
- Roubini: Yunani keluar dari euro setahun lagi
- Draghi optimis tahun ini lebih baik
- Fitch anggap default Yunani tak terelakkan



