Emas turun tipis, data AS akan jadi fokus
Jakarta, Strategydesk - Di tengah tipisnya perdagangan, harga emas turun pada hari ini di Asia. Investor masih skeptis terhadap kemampuan negara-negara di kawasan zona euro untuk mengatasi krisis utang setelah langkah ECB menyalurkan kredit ke kawasan tersebut.
Untuk pertama kalinya ECB menyelenggarakan pinjaman tak terbatas dengan biaya murah. ECB menerima order pinjaman hingga 489,19 miliar euro dari bank, jauh melebihi ekspetasi dan mungkin menjadi operasi terbesar dalam sejarah ECB. Program ini seharusnya dapat menjaga kondisi finansial selama akhir tahun.
Investor juga masih akan menantikan beberapa data penting dari AS, diantara jobless claim, yang diprediksi berada pada angka 375 diminggu yang berakhir pada 17 Desember. Data tersebut akan memberi petunjuk akan optimisme di pasar keuangan jika hasilnya bagus.
AS juga akan merilis data –indeks sentimen University of Michigan, yang diperkirakan naik ke 68 dari 67.
Hasil positif dari data-data tersebut bisa kembali menumbuhkan minat risk appetite, yang ujungnya akan mengangkat harga emas. Logam mulia tersebut dalam bulan-bulan terakhir telah melepas perannya sebgai asset safe haven dan berkorelasi pergerakannya dengan asset-asset beresiko.
Rekomendasi
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Minyak masih tertekan ke support weekly
- Emas menanjak, krisis Eropa bisa membatasi kenaikan
- Minyak masih bearish, data crude oil dinanti
- Yunani adakan pemilu ulang, emas ambruk
- Minyak mendekati level oversold-nya
- Kisruh politik di Yunani, emas terus terbenam
- Eropa memburuk, emas kian meredup
- Sempat rebound, Emas jatuh lagi
- Emas mulai rebound, badai belum berlalu.
- Eropa galau, emas makin terperosok
- Sentimen Eropa menghambat laju emas
- Emas tesandung hasil pemilu di Perancis dan Yunani
- Faktor fundamental benamkan minyak
- Data AS mix, emas rontok, fokus payroll
- Data AS gagalkan bullish minyak



