Emas turun setelah peringatan S&P
Jakarta, Strategydesk- Emas melanjutkan pelemahannya pada perdagangan hari ini di Asia seiring dengan anjloknya bursa saham dan rebound dollar. Hal ini terjadi setelah lembaga pemeringkat Standard & Poor’s (S&P) menempatkan 15 dari 17 negara di kawasan zona euro berada dalam outlook negatif.
Kondisi tersebut kembali membebani sentimen pasar, dan bisa mencuatkan kekhawatiran krisisi utang di kawasan zona euro.Para pejabat Uni Eropa terus berusaha untuk mencari solusi mengenai krisis utang tersebut.
Presiden Perancis Nicolas Sarkozy dan Kanselir Jerman Angela Merkel bertemu di Paris kemarin sepakat untuk mengajukan perubahan traktat dalam rangka mewujudkan integrasi fiskal dan memberlakukan disiplin anggaran yang lebih ketat.
Sementara itu, turunnya harga komoditas akan menjadi sentimen negatif buat emas, karena secara tipikal harga komoditas selalu berlawanan dengan dollar. Jika harga komoditas kembali mengalami penurunan, maka emas pun bisa terus terkoreksi karena pengutan dollar.
Sedangkan dari kajian teknikal, terlihat bahwa resistance di 1.750 telah berhasil ditembus tiga kali. Namun, harga masih ditutup di bawah level tersebut. Pola long black candlestick yang disertai dengan terjadinya dead cross pada stochastic bisa menjadi indikasi reversal setelah terjadinya false break tersebut.
Kami melihat bahwa emas saat ini akan kembali menguji support-nya di 1.700. Penembusan level suuport tersebut bisa memicu terjadinya koreksi menuju area $1.687- $1.670.
Rekomendasi 
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Minyak masih tertekan ke support weekly
- Emas menanjak, krisis Eropa bisa membatasi kenaikan
- Minyak masih bearish, data crude oil dinanti
- Yunani adakan pemilu ulang, emas ambruk
- Minyak mendekati level oversold-nya
- Kisruh politik di Yunani, emas terus terbenam
- Eropa memburuk, emas kian meredup
- Sempat rebound, Emas jatuh lagi
- Emas mulai rebound, badai belum berlalu.
- Eropa galau, emas makin terperosok
- Sentimen Eropa menghambat laju emas
- Emas tesandung hasil pemilu di Perancis dan Yunani
- Faktor fundamental benamkan minyak
- Data AS mix, emas rontok, fokus payroll
- Data AS gagalkan bullish minyak



