Emas terkoreksi tipis, KTT UE dan suku bunga ECB masih dinanti
Jakarta, Strategydesk - Emas megalami sedikit koreksi pada perdagangan hari ini di Asia, seeiring dengan penurunan mayoritas bursa Asia. Pelaku pasar masih ragu apakah para pejabat Uni Eropa mampu membuat rencana yang kongkrit guna mengatasi krisis utang yang sudah berjalan kurang lebih dua tahun.
Hasil dari dari KTT UE akan dinantikan pelakua pasar, jika hasil tersebut mengecewakan, maka hal ini bisa memperberat sentimen di pasar keuangan, dan emas pun bisa kembali lenser berbarengan dengan anjloknya bursa saham global.
Sebaliknya, jika hasilnya positif, maka emas beserta asset-asset beresiko lainnya kemungkinan akan melanjutkan penguatannya.
Pasar juga akan menantkan kebijakan ECB mengenai suku bunganya. ECB diperkirakan akan memangkas suku bunganya sebesar 25 bps ke 1,0%. Tapi banyak kalangan yang juga mencari petunjuk atau indikasi apakah ECB siap mengimplementasikan Quantitative Easing (QE) untuk mengatasi krisis utang.
Memang, banyak yang berharap ECB turun tangan, dengan membeli lebih banyak obligasi pemerintah. Tapi sejauh ini ECB masih enggan bertindak agresif karena hanya bertanggung jawab di bidang moneter, sedangkan masalah utang di adalah ranah fiskal. Tapi banyak yang memperkirakan bila kondisi tetap memburuk meski para pemimpinnya sudah berusaha, ECB tidak ada pilihan selain turun tangan. Minimal ECB melaksanakan operasi terbuka selama dua atau tiga tahun ke depan dan melonggarkan persyaratan jaminan.
Rekomendasi 
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Minyak masih tertekan ke support weekly
- Emas menanjak, krisis Eropa bisa membatasi kenaikan
- Minyak masih bearish, data crude oil dinanti
- Yunani adakan pemilu ulang, emas ambruk
- Minyak mendekati level oversold-nya
- Kisruh politik di Yunani, emas terus terbenam
- Eropa memburuk, emas kian meredup
- Sempat rebound, Emas jatuh lagi
- Emas mulai rebound, badai belum berlalu.
- Eropa galau, emas makin terperosok
- Sentimen Eropa menghambat laju emas
- Emas tesandung hasil pemilu di Perancis dan Yunani
- Faktor fundamental benamkan minyak
- Data AS mix, emas rontok, fokus payroll
- Data AS gagalkan bullish minyak



