Emas terkoreksi, rapat FOMC akan jadi fokus
Jakarta, Strategydesk - Usai mengalami koreksi, pergerakan emas tidak banayak mengalami perubahan pada perdagangan hari ini di Asia. Kemarin, harga emas jatuh sebesar 0,7%, terbesar sejak 28 Desember lalu.
Pelemahan emas terjadi seiring dengan terkoreksinya mata uang euro menyusul terjadinya kebuntuan mengenai restrukturisasi utang-utang Yunani.
Namun begitu, koreksi emas yang terjadi saat ini sepertinya akan bersifat sementara. Pelaku pasar masih akan mencermati rapat The Fed mengenai kebijakan suku bunga.
Pada rapat tersebut The Fed kemungkinan akan mempertahankan suku bunga rendahnya. Hal ini bisa memberi pukulan bagi dollar, namun buat emas kebijakan tersebut bisa menjadi amunisi untuk terus melanjutkan kenaikannya.
Sembari mencermati perkembangan dari Yunani dan hasil keputusan The Fed, pasar juga menantikan data indeks sentimen bisnis Jerman hasil survei Ifo. Indeks ini diperkirakan naik ke 107,5 di Januari dari 107,2 di Desember, angka yang lebih baik dari prediksi bisa memberi dorongan ke euro.
Rekomendasi

Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Minyak masih tertekan ke support weekly
- Emas menanjak, krisis Eropa bisa membatasi kenaikan
- Minyak masih bearish, data crude oil dinanti
- Yunani adakan pemilu ulang, emas ambruk
- Minyak mendekati level oversold-nya
- Kisruh politik di Yunani, emas terus terbenam
- Eropa memburuk, emas kian meredup
- Sempat rebound, Emas jatuh lagi
- Emas mulai rebound, badai belum berlalu.
- Eropa galau, emas makin terperosok
- Sentimen Eropa menghambat laju emas
- Emas tesandung hasil pemilu di Perancis dan Yunani
- Faktor fundamental benamkan minyak
- Data AS mix, emas rontok, fokus payroll
- Data AS gagalkan bullish minyak



