Emas terdongkrak sentimen positif dari Eropa
Jakarta, Strategydesk - Emas naik lebih dari 1% pada perdagangan hari ini di Asia seiring dengan penguatan mata uang euro menyusul adanya harapan bahwa Eropa akan mengambil langkah guna mengatasi masalah krisis utang. Sementara naiknya bursa saham juga mendorong minat beli investor.
Sentimen positif kini mulai muncul setelah adanya kabar baik dari Eropa yang menyebutkan bahwa IMF sedang menyiapkan bantuan finansial untuk Italia. Harian Italia La Stampa yang menyebutkan IMF siap memberikan pinjaman ke Italia hingga 600 miliar euro dengan bunga 4-5%.
Atas kabar tersebut, mata uang euro langsung menguat hingga $1.3325, dimana sebelumnya sempat jatuh ke area $1.3211. Penguatan euro berhasil memberikan respon positif bagi emas, karena logam mulia tersebut dalam beberapa bulan terakhir ini pergerakan logam mulia selalu berkorelasi dengan asset-asset yang beresiko.
Isu krisis utang masih mendominasi pergerakan pasar keuangan dunia. Bahkan Jerman, yang selama ini dianggap safe haven-nya Eropa, tidak kebal, menyusul lelang obligasi yang tidak mencapai target pekan lalu. Penjualan surat utang jangka pendek Italia Jumat lalu juga mengecewakan, di mana yield-nya menembus 8%. Italia berencana menjual obligasi 8 miliar euro hari ini.
Perancis, Inggris, Belgia dan Spanyol juga dijadwalkan untuk menggelar lelang obligasi minggu ini, yang dapat menjadi petunjuk akan kepercayaan investor terhadap kemampuan para pemimpinnya membenahi kondisi fiskalnya.
Rekomendasi
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Minyak masih tertekan ke support weekly
- Emas menanjak, krisis Eropa bisa membatasi kenaikan
- Minyak masih bearish, data crude oil dinanti
- Yunani adakan pemilu ulang, emas ambruk
- Minyak mendekati level oversold-nya
- Kisruh politik di Yunani, emas terus terbenam
- Eropa memburuk, emas kian meredup
- Sempat rebound, Emas jatuh lagi
- Emas mulai rebound, badai belum berlalu.
- Eropa galau, emas makin terperosok
- Sentimen Eropa menghambat laju emas
- Emas tesandung hasil pemilu di Perancis dan Yunani
- Faktor fundamental benamkan minyak
- Data AS mix, emas rontok, fokus payroll
- Data AS gagalkan bullish minyak



