Emas naik ditengah lesunya pertumbuhan ekonomi global
Jakarta, Strategydesk -Di tahun ini, emas telah mengalami penguatan sebesar 11% dan sedang menuju penguatan tahunan untuk kesepuluh kalinya karena pelaku pasar memandang emas sebagai lindung nilai ditengah guncangan sektor keuangan.
Data terakhir yang menunjukan adanya pelambatan ekonomi global datang setelah rilisan PDB jepang yang mengecewakan.
Data hari ini menunjukan PDB Jepang hanya tumbuh 0,1% di kuartal kedua dari kuartal pertama, lebih rendah dari prediksi 0,6%. Di kuartal pertama, PDB tumbuh 1,1%. Secara tahunan, PDB Jepang hanya tumbuh 0,4% selama kuartal kedua. Angka tersebut lebih rendah dari prediksi 2,3% dan kuartal sebelumnya 4,4%.
Emas diperkirakan menguat pada minggu ini, merujuk pada survey Bloomberg, sepuluh dari 18 trader mengatakan emas akan menguat, dua orang mengatakan turun, dan enam lainnya netral.
Sementara itu, cadangan di SPDR Gold Trust, reksadana berbasis emas terbesar, masih bertahan di level 1.286,7 metrik ton pada 13 Agustus.
Dari kajian teknikal, saat ini emas telah berhasil menembus level resistance kami di 1218.75. Jika harga terus bertahan di atas resistance tersebut, maka emas berpeluang naik untuk menguji resistance selanjutnya di 1234.40. Sebaliknya, jika harga masih ditutup di bawah resistance tersebut, ada kemungkinan emas terkoreksi kembali menuju support-nya di 1203.15.
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Minyak kembali uji area $100
- Yunani masih belum jelas, emas terkoreksi
- Yunani mendekati "deal", emas rebound
- Minyak masih tren bearish jangka pendek
- Masalah Yunani mencuat, emas terkoreksi
- Minyak masih melemah
- Fokus ke payroll, minyak konsolidasi
- Minyak uji support 97.50
- Manufaktur global membaik, emas ikut terangkat.
- Dampak negatif data AS tekan minyak
- Emas masih stabil, Fokus Yunani
- Bullish minyak tertahan voting Iran
- Aksi profit taking hentikan kenaikan emas
- Minyak berpotensi fluktuasi
- Pasca rally, emas terkoreksi, fokus Yunani



