Emas mulai pulih, penguatan dollar masih mengancam
Jakarta, Strategydesk - Setelah jatuh lebih dari 2% dan keluar dari area $1.700, harga emas mulai merangkak naik. Penurunan tajam yang terjadi kemarin memacu minat beli investor. Sementara krisis utang yang tengah melanda AS dan Eropa bisa membatasi kenaikan.
Kejatuhan emas kemarin dipicu oleh menguatnya dollar. Peran emas sebagai safe haven kini tengah digantikan oleh dollar. Mata uang paman Sam tersebut menguat tajam kemarin menyusul tidak adanya kesepakatan antara para parlemen AS mengenai mekanisme pemangkasan anggaran sebesar US$1.2 tiliun. Hal ini makin menambah kekhawatiran krisis utang di AS.
Krisis utang Eropa, yang kemudian menjalar ke AS makin akan meningkatkan resiko krisis global dan menghambat pemulihan ekonomi global. Atas kekhawatiran tersebut, para investor mengindar dari asset beresiko, dan melirik dollar sebagai safe haven.
Untuk jangka pendek, pelemahan dollar tersebut bisa kembali memukul emas karena arah pergerakannya cenderung berlawanan. Selain itu, dengan anjloknya pasar saham, investor melakukan profit taking di emas guna menutup kerugian di pasar lain.
Namun untuk jangka waktu yang lebih panjang, gejolak yang terjadi di pasar keuangan ini bisa mengutungkan buat emas. Emas bisa kembali berperan sebagai safe haven ditengah gejolak tersebut, seperti yang pernah terjadi di tahun 2008, dimana emas dan dollar bergerak beriringan.
Sementara dari kajian teknikal terlihat bahwa emas telah berhasil menembus support kuatnya di $1.703. Dengan tembusnya support tersebut, maka trend jangka pendek emas kini mulai bearish. Kami melihat bahwa emas saat ini akan dihadapkan pada support trend line jangka menengah di $1.655. Jika support tersebut mampu dipertahankan, emas masih mempunyai potensi rebound untuk kembali ke area $1.703 - $1.718.
Sebaliknya, jika support tersebut ditembusm, maka trend jangka menengah pun sudah mulai bearish, dan koreksi selanjutnya akan fokus menuju area $1.625 - $1.532.
Rekomendasi 
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Minyak masih tertekan ke support weekly
- Emas menanjak, krisis Eropa bisa membatasi kenaikan
- Minyak masih bearish, data crude oil dinanti
- Yunani adakan pemilu ulang, emas ambruk
- Minyak mendekati level oversold-nya
- Kisruh politik di Yunani, emas terus terbenam
- Eropa memburuk, emas kian meredup
- Sempat rebound, Emas jatuh lagi
- Emas mulai rebound, badai belum berlalu.
- Eropa galau, emas makin terperosok
- Sentimen Eropa menghambat laju emas
- Emas tesandung hasil pemilu di Perancis dan Yunani
- Faktor fundamental benamkan minyak
- Data AS mix, emas rontok, fokus payroll
- Data AS gagalkan bullish minyak



