Emas menguat berkat buruknya data ketenagakerjaan AS
Jakarta, Strategydesk - Buruknya data ketenagakerjaan AS yang dirilis Jumat lalu kembali mendorong harga emas. Data yang menunjukkan pelambatan ekonomi tersebut sekaligus memaksa mata uang dolar kembali melemah.
Rilisan data Non-farm payroll, atau lapangan kerja di luar sektor pertanian, hanya bertambah sebesar 54.000 bulan lalu, lebih rendah dari prediksi 165.000. Tingkat pengangguran naik ke 9,1% di bulan itu dari 9,0% bulan sebelumnya.
Data yang buruk ini menegaskan pandangan bahwa ekonomi AS melambat yang membuat the Fed masih jauh dari prospek pengetatan kebijakan moneter. Tidak ada data AS terjadwal hari ini, namun pasar akan mencermati pidato salah satu presiden the Fed Richard Fisher. Meski ia dikenal hawkish, pernyataannya kemungkinan tidak akan berdampak banyak ke dollar.
Data AS yang buruk tersebut juga menimbulkan spekulasi adanya program quantitative easing (QE) jilid ketiga. Namun yang pasti bahwa data tersebut makin mengikis harapan adanya kenaikan suku bunga The Fed dalam waktu dekat.
Dengan tingkat suku bunga yang rendah sulit bagi dollar untuk menguat, hal ini bisa kembali mengangkat harga emas karena pergerakannya cenderung berlawanan dengan dollar.
Rekomendasi :
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Minyak masih tertekan ke support weekly
- Emas menanjak, krisis Eropa bisa membatasi kenaikan
- Minyak masih bearish, data crude oil dinanti
- Yunani adakan pemilu ulang, emas ambruk
- Minyak mendekati level oversold-nya
- Kisruh politik di Yunani, emas terus terbenam
- Eropa memburuk, emas kian meredup
- Sempat rebound, Emas jatuh lagi
- Emas mulai rebound, badai belum berlalu.
- Eropa galau, emas makin terperosok
- Sentimen Eropa menghambat laju emas
- Emas tesandung hasil pemilu di Perancis dan Yunani
- Faktor fundamental benamkan minyak
- Data AS mix, emas rontok, fokus payroll
- Data AS gagalkan bullish minyak



