Emas masih stabil, Fokus Yunani
Jakarta, Strategydesk - Setelah mencetak kenaikan tertinggi bulanannya sejak Agustus, pergerakan emas pada perdagangan hari in di Asia terlihat masih stabil.
Investor masih menunggu sinyal selanjutnya di tengah kekhawatiran akan pertumbuhan ekonomi global.
Di minggu lalu, emas melonjak hingga mencapai 5%, yang juga merupakan penguatan keempat berturut-turut. Penguatan emas tersebut didorong oleh pernyataan The Fed yang tetap mempertahankan suku bunga rendahnya hingga tahun 2014.
Keputusan The Fed tersebut sontak membuat dollar loyo, dan mencuatkan kembali risk appetite. Bursa Saham kembali bergairah, sementara mata uang euro rebound dari level terendahnya.
Sementara itu, adanya kemajuan mengenai restrukturisasi utang Yunani turut mendorong sentimen. Yunani terus berusaha mengadakan kesepakatan dengan kreditor agar mengenai restrukturisasi utangnya agar terhindar dari default.
Membaiknya perkembangan Yunani tersebut berhasil mengangkat mata uang euro. Emas, yang secara tipikal sebagai asset safe haven, dalam beberapa bulan terakhir ini justru diuntungkan dengan menguatnya bursa saham dan mata uang euro.
Sembari menantikan perkembangan dair Yunani, pasar akan mencermati beberapa data, salah satunya ADP Employement Change, yang diperkirakan akan menunjukkan lapangan kerja sektor swasta AS bertambah 185.000 selama Januari. Sentimen pasar akan jatuh bila angkanya jauh di bawah itu.
Rekomendasi 
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Minyak masih tertekan ke support weekly
- Emas menanjak, krisis Eropa bisa membatasi kenaikan
- Minyak masih bearish, data crude oil dinanti
- Yunani adakan pemilu ulang, emas ambruk
- Minyak mendekati level oversold-nya
- Kisruh politik di Yunani, emas terus terbenam
- Eropa memburuk, emas kian meredup
- Sempat rebound, Emas jatuh lagi
- Emas mulai rebound, badai belum berlalu.
- Eropa galau, emas makin terperosok
- Sentimen Eropa menghambat laju emas
- Emas tesandung hasil pemilu di Perancis dan Yunani
- Faktor fundamental benamkan minyak
- Data AS mix, emas rontok, fokus payroll
- Data AS gagalkan bullish minyak



