Emas masih flat, pergerakan bursa saham akan menjadi fokus

Tanggal November 24, 2011 / 2:21 pm. Oleh: Alwy M. Assegaf

Jakarta, Strategydesk - Hari ini pergerakan emas masih terbatas dan cenderung bergerak naik. Namun turunnya pasar saham global karena kekhawatiran krisis utang Eropa bisa memperberat sentimen.
Aksi jual emas kembali bisa terjadi jika pasar saham terus bergerak turun, karena pemilik modal akan melakukan profit taking di emas guna menutup kerugiannya di pasar saham.
Emas telah mengalami kenaikan yang signifikan di bulan September, dan meraih level tertingginya di area $1.923. Krisis utang Eropa saat itu menjadi pendorong kenaikan emas tersebut.
Namun dengan gain yang didapat emas tersebut mulai terkikis dengan anjloknya bursa saham. Investor melepas asset emasnya guna menghindari margin call. Untuk itu, mereka lebih memilih uang kes ketimbang emas.
Selain itu, krisis utang yang melilit zona euro tersebut membuat mata uang Eropa tumbang. Dengan terdepresiasinya mata uang Eropa tersebut, investor melirik dollar AS untuk dijadikan safe haven.
Untuk jangka pendek, peran safe haven kini tergantikan oleh dollar karena logam mulia tersebut saat ini cenderung bergerak beriringan dengan pasar saham dan komoditas lainnya.
Namun untuk jangka panjang, gejolak yang terjadi di pasar keuangan tetap akan mendukung emas sebagai safe haven. Tidak menutup kemungkinan, pergerakan emas akan berkorelasi dengan dollar seperti yang kita lihat di tahun 2008.

Rekomendasi

Pencarian Data

Masukkan kata kunci yang ingin Anda cari

Statistic

eXTReMe Tracker

Advertisement

  • Ezydeal

    Ayo trading menggunakan ezydeal. Buka free account