Emas masih berpotensi bullish

Tanggal August 18, 2010 / 1:48 pm. Oleh: Alwy M. Assegaf

 

Jakarta, Strategydesk - Emas stabil pada hari Rabu, dimana sebelumnya sempat menyentuh rekor tertinggi 1 ½ bulan. Kenaikan emas ini didorong oleh meningkatnya cadangan di reksadana serta kekhawatiran akan lambatnya pemulihan ekonomi global.

Meski indeks Nikkei pada hari ini mengalami penguatan, pelaku pasar melihat ini hanya sementara, karena mata uang yen masih kuat terhadap dollar. Selain itu data-data ekonomi terakhir dari negara paman Sam menunjukkan adanya pelambatan dalam pemulihan ekonomi.

Kekhawatiran akan adanya “double-dip recession” setelah buruknya data-data ekonomi terakhir dan kajian ulang The Fed atas prospek ekonomi AS, berhasil meningkatkan daya tarik emas sebagai sarana investasi alternatif.

Sementara itu, reksadana berbasis emas terbesar, SPDR Gold Trust naik menjadi 1.294,604 metrik ton pada 17 Agustus dari 1.286,699 metrik pada 12 Agustus. Meningkatnya arus dana di reksadana tersebut turut berperan dalam kenaikan emas saat ini.

Selain itu permintaan emas di India, selaku konsumen emas terbesar, diperkirakan akan meningkat menyusul diadakannya festival Raksha Bandhan pada 24 Agustus hingga festival Dhanteras di bulan November

Dari kajian teknikal, pola doji yang terbentuk kemarin menunjukan adanya kekuatan yang sama antara seller dan buyer, meski secara keseluruhan tren penguatan emas masih bisa berlanjut. Indikator RSI masih berada di area positif, sementara stochastic sudah menunjukkan overbought dan berpeluang dead cross. Kondisi ini tentunya memungkinkan adanya koreksi. Kami masih melihat support di 1218.75. Jika level tersebut mampu dipertahankan, maka target kenaikan emas berikutnya berada di area 1234.40. Sebaliknya, jika support tersebut ditembus, maka emas bisa terkoreksi menuju area 1214 – 1211.

 

Pencarian Data

Masukkan kata kunci yang ingin Anda cari

Statistic

eXTReMe Tracker

Advertisement

  • Ezydeal

    Ayo trading menggunakan ezydeal. Buka free account