Emas masih berpotensi bullish
Jakarta, Strategydesk - Emas stabil pada hari Rabu, dimana sebelumnya sempat menyentuh rekor tertinggi 1 ½ bulan. Kenaikan emas ini didorong oleh meningkatnya cadangan di reksadana serta kekhawatiran akan lambatnya pemulihan ekonomi global.
Meski indeks Nikkei pada hari ini mengalami penguatan, pelaku pasar melihat ini hanya sementara, karena mata uang yen masih kuat terhadap dollar. Selain itu data-data ekonomi terakhir dari negara paman Sam menunjukkan adanya pelambatan dalam pemulihan ekonomi.
Kekhawatiran akan adanya “double-dip recession” setelah buruknya data-data ekonomi terakhir dan kajian ulang The Fed atas prospek ekonomi AS, berhasil meningkatkan daya tarik emas sebagai sarana investasi alternatif.
Sementara itu, reksadana berbasis emas terbesar, SPDR Gold Trust naik menjadi 1.294,604 metrik ton pada 17 Agustus dari 1.286,699 metrik pada 12 Agustus. Meningkatnya arus dana di reksadana tersebut turut berperan dalam kenaikan emas saat ini.
Selain itu permintaan emas di India, selaku konsumen emas terbesar, diperkirakan akan meningkat menyusul diadakannya festival Raksha Bandhan pada 24 Agustus hingga festival Dhanteras di bulan November
Dari kajian teknikal, pola doji yang terbentuk kemarin menunjukan adanya kekuatan yang sama antara seller dan buyer, meski secara keseluruhan tren penguatan emas masih bisa berlanjut. Indikator RSI masih berada di area positif, sementara stochastic sudah menunjukkan overbought dan berpeluang dead cross. Kondisi ini tentunya memungkinkan adanya koreksi. Kami masih melihat support di 1218.75. Jika level tersebut mampu dipertahankan, maka target kenaikan emas berikutnya berada di area 1234.40. Sebaliknya, jika support tersebut ditembus, maka emas bisa terkoreksi menuju area 1214 – 1211.
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Minyak masih tren bearish jangka pendek
- Masalah Yunani mencuat, emas terkoreksi
- Minyak masih melemah
- Fokus ke payroll, minyak konsolidasi
- Minyak uji support 97.50
- Manufaktur global membaik, emas ikut terangkat.
- Dampak negatif data AS tekan minyak
- Emas masih stabil, Fokus Yunani
- Bullish minyak tertahan voting Iran
- Aksi profit taking hentikan kenaikan emas
- Minyak berpotensi fluktuasi
- Pasca rally, emas terkoreksi, fokus Yunani
- Minyak terjebak range sempit
- Kebijakan The Fed dongkrak harga emas
- Minyak ditopang pernyataan Bernanke



