Emas lanjutkan rebound, investor masih waspadai krisis Eropa
Jakarta, Strategydesk - Emas kembali melanjutkan kenaikannya pada perdagangan har ini di Asia. Ditengah sepinya perdagangan, logam mulia tersebut berhasil meraup gain lebih dari 0,5%. Para investor masih bersikap “wait and see” sambil menanti perkembangan zona euro yang kini tengah berjuang keras guna mengatasi krisis utang.
Melemahnya mata uang dollar menjadi faktor pendorong kenaikan emas dalam beberapa hari terakhir ini. Dollar melemah setelah para menteri keuangan Eropa mengadakan pertemuan kemarin, yang hasilnya sepakat untuk menambah dana talangan, meski detailnya masih belum jelas.
Mereka sepakat untuk menggunakan dana EFSF sebagai jaminan obligasi yang menyediakan perlindungan 20-30% terhadap potensi kerugian obligasi baru yang diterbitkan negara anggota. Mereka juga sepakat untuk membentuk unit investasi yang akan menambah amunisi EFSF dalam intervensi di pasar obligasi baik primer maupun sekunder.
Sayangnya, mereka belum bersedia memastikan jumlahnya akan mencapai 1 triliun euro, seperti yang disepakati bulan lalu.
Pelemahan dollar tersebut mendorong harga komoditas, karena dengan pelemahan tersebut harga komoditas akan semakin murah bagi pemegang mata uang selain dollar. Kenaikan emas masih bisa berlanjut jika dollar terus mengalami pelemahan.
Rekomendasi 
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Minyak masih tertekan ke support weekly
- Emas menanjak, krisis Eropa bisa membatasi kenaikan
- Minyak masih bearish, data crude oil dinanti
- Yunani adakan pemilu ulang, emas ambruk
- Minyak mendekati level oversold-nya
- Kisruh politik di Yunani, emas terus terbenam
- Eropa memburuk, emas kian meredup
- Sempat rebound, Emas jatuh lagi
- Emas mulai rebound, badai belum berlalu.
- Eropa galau, emas makin terperosok
- Sentimen Eropa menghambat laju emas
- Emas tesandung hasil pemilu di Perancis dan Yunani
- Faktor fundamental benamkan minyak
- Data AS mix, emas rontok, fokus payroll
- Data AS gagalkan bullish minyak



