Ekspor turun lagi, Jepang makin defisit
Jakarta, Strategydesk - Defisit perdagangan Jepang membengkak akibat anjloknya ekspor, bentuk efek dari apresiasi yen, banjir Thailand dan perlambatan ekonomi global.
Jepang mencatat defisit perdagangan sebesar 684,73 miliar yen, atau $8,79 miliar, selama Nopember, menurut data Kementerian Keuangan yang diumumkan hari ini. Hasil itu lebih buruk dari prediksi 440 miliar yen. Di Oktober, defisit perdagangan mencapai 280,17 miliar yen.
Pejabat Kementerian mengatakan pemerintah akan tetap mengawasi dampak penguatan yen terhadap ekspor. Meski yen sudah menjauhi rekor tertingginya 75,76 per dollar yang dicapai Oktober lalu, perusahaan dan pejabat masih melihat terlalu kuat dan tidak sesuai dengan fundamental ekonomi domestik.
Selama Nopember, ekspor Jepang turun 4,5% menjadi 5,198 triliun yen. Ekspor barang elektronik, termasuk chip, turun 15% karena menurunnya permintaan dari Asia. Sedangkan impor melonjak 11% jadi 5,882 triliun yen, kenaikan untuk 23 bulan berturut-turut. Kenaikan impor ini didorong oleh BBM.
Data itu menimbulkan kekhawatiran mengenai prospek ekonomi Jepang yang amat bergantung pada ekspor. Kebangkitan dari gempa dan tsunami 11 Maret terlihat mulai kehilangan dorongannya. Thailand selama ini menjadi basis produksi komponen oleh banyak perusahaan manufaktur Jepang. Makanya banjir di Thailand memberi efek substansial terhadap ekonomi Jepang.
Banyak ekonom memperkirakan ekonomi terbesar ketiga dunia itu akan melambat tajam selama kuartal keempat setelah tumbuh 5,6% di kuartal ketiga. “Kondisi sekeliling ekonomi Jepang memburuk,” kata Taro Saito, ekonom senior dari NLI Research Institute. “Intinya adalah perlambatan ekonomi, terutama di Eropa, ditambah dengan apresiasi yen dan banjir Thailand. Menurut kami ekonomi Eropa sudah dalam kondisi resesi, dan akan terus menghadapi masa sulit sampai tahun depan,” tambahnya.
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Jepang mulai optimis dengan prospek ekonomi
- Yunani harus gelar pemilu ulang
- Euro, cacat sejak lahir
- Pejabat Eropa bersiap kemungkinan keluarnya Yunani dari euro
- Krisis perbankan, dilema Spanyol
- Meski surplus bertambah, ekspor & impor China melambat
- Jerman ke Yunani: Langgar aturan, tak ada bantuan
- Perancis & Yunani picu era ketidakpastian baru
- Yunani berisiko keluar dari euro?
- Draghi tetap buka ruang tindakan bila diperlukan
- ECB coba bertahan di tengah tekanan
- Manufaktur China membaik, indikasi pemulihan
- RBA pangkas rate 50 bps
- Spanyol dalam jeratan resesi
- BOJ tambah stimulus moneter



