Ekonomi suram, popularitas Obama surut
Jakarta, Strategydesk - Orang Amerika semakin pesimis mengenai arah negaranya dan kepemimpinan Presiden Obama, Mereka semakin frustasi dengan kondisi ekonomi dan cara Obama menanganginya, menurut hasil survei terbaru.
Opini mengenai ekonomi jatuh ke level terendah tahun ini karena kenaikan harga BBM, rendahnya lapangan kerja dan gejolak finansial di luar juga menekan kepercayaan.
Untuk pertama kalinya tahun ini dalam polling oleh Associated Press dan GfK, di bawah separuh responden mengatakan Obama layak di pilih lagi. Hasil polling itu menunjukkan empat dari lima responden mengatakan kondisi ekonomi buruk.
Tantangan ekonomi secara cepat menggerus kejayaan yang Obama raih setelah kematian Osama bin Laden. Approval rating-nya turun ke 52%, sesuai dengan level sebelum penggerebekan di Pakistan yang menewaskan bin Laden.
Tapi hasil survei itu juga menunjukkan 70% responden mengatakan tidak realistis berharap ekonomi bisa membaik dalam satu periode. Sepertiga mengatakan ekonomi akan membaik tahun depan, sepertiga memperkirakan akan memburuk dan sisanya mengatakan tidak berubah.
Sementara itu, survei lainnya memperlihatkan hasil yang tidak menggembirakan. Menurut hasil survei Bloomberg News, hanya 3 dari 10 orang yang yakin Obama akan terpilih lagi. Sekitar 23% mengatakan berharap ekonomi bsia membaik, 25% khawatir akan memburu dan 51% memperkirakan sama saja.
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Mengenal sosok Francois Hollande
- Roubini: Liburan usai, krisis utang kembali
- Spanyol menuju krisis finansial pada 2013
- Menkeu Jerman: Dana talangan cukup, tak perlu tambah lagi
- Survei tunjukkan optimisme atas dollar
- Default & exit Yunani: Baik untuk euro, buruk bagi korporat
- Apa sebenarnya LTRO ECB?
- Krugman: Yunani kehabisan alternatif
- Meski Diprotes, Parlemen Yunani Setujui Penghematan
- Hemat anggaran, Yunani PHK 15.000 PNS
- Ekonomi masih jadi fokus kampanye pilpres AS
- IMF : Asia punya ruang untuk stimulus
- Roubini: Yunani keluar dari euro setahun lagi
- Draghi optimis tahun ini lebih baik
- Fitch anggap default Yunani tak terelakkan



