Ekonomi melambat, China coba genjot kredit

Tanggal January 19, 2012 / 12:06 pm. Oleh: Nizar Hilmy

Jakarta, Strategydesk - Di tengah perlambatan ekonomi, China mengizinkan lima bank terbesar menambah kredit sembari mempertimbangkan rencana untuk melonggarkan aturan modal perbankan.

Bank Sentral (PBOC) akan memperbolehkan bank besar menambah pinjaman baru sebesar 5% dari tahun lalu, menurut sumber terdekat. Secara terpisah, sumber lain menyebutkan regulator perbankan (CBRC) menunda pelaksanaan rasio kecukupan modal paling ketat dan bersedia melonggarkan persyaratan kredit untuk UKM dan bisnis.

Beijing memang didesak untuk setelah pertumbuhan ekonomi terbesar kedua dunia melambat di tingkat terendah dalam 2,5 tahun terakhir akibat krisis utang Eropa yang menggerus ekspornya dan sektor properti lesu. Perdana Menteri Wen Jiabao berjanji untuk merangsang pertumbuhan ekonomi tanpa menyebabkan penggelembungan properti atau inflasi.

Kemarin, PBOC memang mengatakan pertumbuhan kredit diharapkan mencapai 30% selama kuartal pertama  dan kedua 2012, untuk dua kuartal berikutnya pertumbuhan ditargetkan masing-masing 20%. Sedangkan CBRC akan mengizinkan bank menambah cadangan kredit macet yang digunakan dalam menghitung risiko.

Perbankan China mengucurkan 7,47 triliun yuan kredit selama 2011, turun 5% dari tahun lalu, menurut data PBOC, setelah pemerintah memperketat kebijakan moneter untuk meredam inflasi. Bulan lalu, PBOC memangkas Giro Wajib Minimum (GWM) sebesar 50 bps bagi bank besar menjadi 21%. Pinjaman baru selama Desember mencapai level tertinggi sejak April, indikasi pemerintah melonggarkan kebijakan untuk merangsang kredit.

Pencarian Data

Masukkan kata kunci yang ingin Anda cari

Statistic

eXTReMe Tracker

Advertisement

  • Ezydeal

    Ayo trading menggunakan ezydeal. Buka free account