Ekonomi masih jadi fokus kampanye pilpres AS
Jakarta, Strategydesk - Meski ada laporan yang memperlihatkan peningkatan lapangan kerja di AS, kandidat Presiden dari Republik masih saja mengkritik Presiden Obama atas kinerja ekonominya.
Ekonomi AS, yang diterpa resesi terburuk dalam 70 tahun terakhir pada 2007, dan terus lesu setelahnya, menjadi isu politik utama menjelang Pemilu Nopember nanti. Serangkaian data akhir-akhir ini memperlihatkan adanya perbaikan kondisi ekonomi AS. Tapi hal itu tidak diakui oleh para capres Republik yang terus menyerang kebijakan ekonomi Obama.
Data terbaru menyebutkan lapangan kerja bertambah sebanyak 243.000 selama Januari, yang membuat tingkat pengangguran turun ke 8,3%, laporan disambut baik oleh Gedung Putih. “Tingkat pengangguran turun berarti semakin banyak orang bekerja, sebanyak 3,7 juta lapangan kerja tercipta selama 23 bulan terakhir,” kata Obama.
Tapi kubu Republik bereaksi dingin atas laporan itu, dengan menganggapnya bentuk kegagalan ekonomi Obama. Berpidato di hadapan pendukungnya pasca kemenangan kaukus di Nevada, kandidat Calon Presiden Mitt Romney berbicara soal target pemerintahan Obama menetapkan tingkat pengangguran di atau bawah 8%. “Minggu ini ia (Obama) berbangga diri karena tingkat pengangguran di 8,3%. Nanti dulu, Pak Presiden. Itu berarti sudah 36 bulan berturut-turut pengangguran di atas target yang anda tetapkan,” kata Romney.
Kandidat lainnya, atau saingan Romney, Newt Gingrich juga tak mau ketinggalan. Dalam wawancara dengan NBC, ia mengakui tingkat pengangguran memang turun. “Tahu kenapa turun? Karena 4% pengangguran sudah berhenti mencari kerja. Bila tingkat partisipasinya sama seperti beberapa tahun lalu, pengangguran akan 12-13%,” katanya.
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Mengenal sosok Francois Hollande
- Roubini: Liburan usai, krisis utang kembali
- Spanyol menuju krisis finansial pada 2013
- Menkeu Jerman: Dana talangan cukup, tak perlu tambah lagi
- Survei tunjukkan optimisme atas dollar
- Default & exit Yunani: Baik untuk euro, buruk bagi korporat
- Apa sebenarnya LTRO ECB?
- Krugman: Yunani kehabisan alternatif
- Meski Diprotes, Parlemen Yunani Setujui Penghematan
- Hemat anggaran, Yunani PHK 15.000 PNS
- Ekonomi masih jadi fokus kampanye pilpres AS
- IMF : Asia punya ruang untuk stimulus
- Roubini: Yunani keluar dari euro setahun lagi
- Draghi optimis tahun ini lebih baik
- Fitch anggap default Yunani tak terelakkan



