Ekonomi masih jadi fokus kampanye pilpres AS

Tanggal February 06, 2012 / 11:46 am. Oleh: Nizar Hilmy

Jakarta, Strategydesk - Meski ada laporan yang memperlihatkan peningkatan lapangan kerja di AS, kandidat Presiden dari Republik masih saja mengkritik Presiden Obama atas kinerja ekonominya.

Ekonomi AS, yang diterpa resesi terburuk dalam 70 tahun terakhir pada 2007, dan terus lesu setelahnya, menjadi isu politik utama menjelang Pemilu Nopember nanti. Serangkaian data akhir-akhir ini memperlihatkan adanya perbaikan kondisi ekonomi AS. Tapi hal itu tidak diakui oleh para capres Republik yang terus menyerang kebijakan ekonomi Obama.

Data terbaru menyebutkan lapangan kerja bertambah sebanyak 243.000 selama Januari, yang membuat tingkat pengangguran turun ke 8,3%, laporan disambut baik oleh Gedung Putih. “Tingkat pengangguran turun berarti semakin banyak orang bekerja, sebanyak 3,7 juta lapangan kerja tercipta selama 23 bulan terakhir,” kata Obama.

Tapi kubu Republik bereaksi dingin atas laporan itu, dengan menganggapnya bentuk kegagalan ekonomi Obama.  Berpidato di hadapan pendukungnya pasca kemenangan kaukus di Nevada, kandidat Calon Presiden Mitt Romney berbicara soal target pemerintahan Obama menetapkan tingkat pengangguran di atau bawah 8%. “Minggu ini ia (Obama) berbangga diri karena tingkat pengangguran di 8,3%. Nanti dulu, Pak Presiden. Itu berarti sudah 36 bulan berturut-turut pengangguran di atas target yang anda tetapkan,” kata Romney.

Kandidat lainnya, atau saingan Romney, Newt Gingrich juga tak mau ketinggalan. Dalam wawancara dengan NBC, ia mengakui tingkat pengangguran memang turun. “Tahu kenapa turun? Karena 4% pengangguran sudah berhenti mencari kerja. Bila tingkat partisipasinya sama seperti beberapa tahun lalu, pengangguran akan 12-13%,” katanya.

Pencarian Data

Masukkan kata kunci yang ingin Anda cari

Statistic

eXTReMe Tracker

Advertisement

  • Ezydeal

    Ayo trading menggunakan ezydeal. Buka free account