Ekonomi Jepang melambat tajam
Jakarta, Strategydesk - Ekonomi Jepang mengalami pertumbuhan terendahnya dalam tiga kuartal terakhir di periode April Juni 2010, data menunjukan hari ini, karena merosotnya ekspor dan berkurangnya konsumsi. Hal ini mengindikasikan pemulihan ekonomi Jepang semakin kehilangan momentumnya.
Data hari ini menunjukan PDB Jepang hanya tumbuh 0,1% di kuartal kedua dari kuartal pertama, lebih rendah dari prediksi 0,6%. Di kuartal pertama, PDB tumbuh 1,1%. Secara tahunan, PDB Jepang hanya tumbuh 0,4% selama kuartal kedua. Angka tersebut lebih rendah dari prediksi 2,3% dan kuartal sebelumnya 4,4%.
Data ini menambah tantangan yang harus dihadapi Perdana Menteri Naoto Kan, yang juga harus mengurangi utang publik, yang mencapai hampir 200% PDB, terbesar di antara negara maju.
Data itu juga menunjukan tingkat konsumsi flat di periode tersebut setelah tumbuh 0,5% di kuartal sebelumnya. Ini memperlihatkan bahwa permintaan domestik masih lemah. Dampak serangkaian stimulus mulai pudar.
Perlambatan juga disebabkan oleh merosotnya ekspor, mesin utama ekonomi Jepang. Penguatan yen disebut sebagai biang keladi merosotnya ekspor Jepang. Apresiasi yen mengurangi daya saing ekspor Jepang karena membuat produknya lebih mahal di pasar internasional.
Yen mencapai level tertingginya dalam 15 bulan terakhir minggu lalu, karena risk aversion di tengah kecemasan mengenai ekonomi global.
Secara nominal, PDB Jepang di kuartal kedua sebesar $1,288 triliun, lebih rendah dari China yang mencapai $1,336 triliun., bila melihat dari periode tersebut, posisi Jepang sebagai ekonomi terbesar kedua dunia digeser oleh China.
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Hemat anggaran, Yunani PHK 15.000 PNS
- Ekonomi masih jadi fokus kampanye pilpres AS
- IMF : Asia punya ruang untuk stimulus
- Roubini: Yunani keluar dari euro setahun lagi
- Draghi optimis tahun ini lebih baik
- Fitch anggap default Yunani tak terelakkan
- Kecemasan orang Amerika, pekerjaaan, utang & politisi
- Gubernur SNB lengser akibat istri main valas
- Efek Eropa, IMF akan pangkas proyeksi PDB global
- Soros: Krisis Eropa lebih buruk dari 2008
- Yunani: Kita bisa keluar dari zona euro dalam 3 bulan
- Rating Obama akhirnya membaik
- Roubini: Tahun depan, situasi memburuk
- The Fed: Ekonomi tumbuh moderat, belum perlu stimulus baru
- Jim Rogers: Pemerintah bohong soal inflasi & pengangguran



