Ekonomi China diproyeksikan makin melambat
Jakarta, Strategydesk - Pertumbuhan ekonomi China diproyeksikan mencapai 9,2% tahun ini dan terus mengalami perlambatan di tahun berikutnya.
Hal itu disampaikan oleh Kementerian Industri dan Teknologi Informasi melalui salah satu pejabatnya Huang Libin, dalam konferensi pers hari ini. Huang memperkirakan pertumbuhan output industri tahun depan lebih rendah 1-2% dibandingkan tahun ini. Untuk tahun ini, output diperkirakan tumbuh sekitar 14%.
Meski begitu, proyeksi ini masih lebih optimis dibandingkan Bank Dunia, yang memperkirakan ekonomi China akan melambat ke 9,1% tahun ini dan 8,4% tahun depan.
Menurut Huang, pertumbuhan ekspor, salah satu mesin pertumbuhan ekonomi terbesar kedua dunia itu, kemungkinan juga melambat tahun depan, di tengah krisis utang, proteksionisme dan tekanan agar yuan diapresiasi. “Meski tingkat pertumbuhan saat ini masih sesuai dengan kebijakan makroekonomi yang ditetapkan, tetap perlu diwaspadai akan adanya tren perlambatan yang semakin besar,” katanya.
Ia menyebutkan tugas pemerintah tahun depan adalah mencegah fluktuasi ekonomi yang disebabkan oleh ketidakpastian baik dari dalam maupun luar. Huang juga mengatakan waktu dan tingkat regulasi perlu disesuaikan untuk mencegah efek terakumulasi terhadap pertumbuhan ekonomi.
Dalam rangka meredam inflasi, China telah menerapkan kebijakan moneter yang ketat. PDB melambat ke 9,1% selama kuartal ketiga tahun ini, dari 9,5% di kuartal kedua dan 9,7% di kuartal pertama. PDB tumbuh 10,4% di 2010.
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Jepang mulai optimis dengan prospek ekonomi
- Yunani harus gelar pemilu ulang
- Euro, cacat sejak lahir
- Pejabat Eropa bersiap kemungkinan keluarnya Yunani dari euro
- Krisis perbankan, dilema Spanyol
- Meski surplus bertambah, ekspor & impor China melambat
- Jerman ke Yunani: Langgar aturan, tak ada bantuan
- Perancis & Yunani picu era ketidakpastian baru
- Yunani berisiko keluar dari euro?
- Draghi tetap buka ruang tindakan bila diperlukan
- ECB coba bertahan di tengah tekanan
- Manufaktur China membaik, indikasi pemulihan
- RBA pangkas rate 50 bps
- Spanyol dalam jeratan resesi
- BOJ tambah stimulus moneter



