Berkat data AS, minyak raih lagi $100
Jakarta, Strategydesk - Minyak naik lagi hari ini, sempat menyentuh kembali $100 per barel, berkat beberapa data yang mengindikasikan ekonomi AS sedang membaik, situasi yang mendukung prospek permintaan minyak.
Jumlah orang yang mengajukan tunjangan pengangguran di AS turun ke level terendah sejak April 2008. Initial jobless claims turun ke 364.000 minggu lalu, lebih baik dari prediksi 378.000. Dengan ini, berarti sudah tiga minggu berturut-turut klaim pengangguran turun. Leading indicator AS naik 0,5% selama Nopember, lebih baik dari prediksi 0,3%. Indeks sentimen konsumen naik ke 69,9 di Desember, lebih tinggi dari prediksi 68,0 setelah berada di 67,7 pada Nopember.
Data ini menambah keyakinan di pasar ekonomi AS sedang membaik. Awal minggu ini, data perumahan AS, yaitu housing starts dan existing home sales, mencatat kenaikan signifikan. Kedua data itu menjadi bukti sektor perumahan AS, yang menjadi pusat krisis finansial 2008, juga sedang membaik.
Minyak juga naik karena kekhawatiran akan ancaman terhadap pasokan dunia, terkait gejolak di negara produsen besar. Ketegangan antara Iran dan Barat terus memanas, di mana AS dan Eropa bernafsu untuk menambah sanksi ke produsen minyak terbesar keempat dunia itu terkait program nuklirnya.
Perang urat syaraf antara Iran dan Barat terus menjadi support bagi harga minyak selama beberapa pekan terakhir. Iran, yang mengatakan program nuklirnya hanya untuk tujuan damai, mengancam akan menutup Selat Hormutz, yang merupakan jalur distribusi 30% output minyak dunia, bila ekspor minyaknya diembargo.
Pasar juga cemas dengan perkembangan di Irak, dimana ketidakpastian politik meningkat pasca keluarnya pasukan AS. Kabar terbaru menyebutkan Baghdad, ibukota Irak, diguncang oleh sembilan ledakan hari ini, yang menewakan 31 orang dan melukai 143 lainnya. Insiden yang dianggap bermuatan politik ini terjadi di tengah ketegangan antara kubu muslim Syiah pimpinan Perdana Menteri Nouri al-Maliki dan politisi Sunni, yang terus berselisih dalam membentuk pemerintahan bersatu.
Pada jam 14:31 WIB, minyak jenis Light Sweet untuk pengiriman Februari naik 48 sen ke $100,01 per barel, setelah sempat menyentuh $100,12. Sedangkan minyak jenis Brent untuk bulan yang sama menanjak 16 sen jadi $108,05 per barel.
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Isu Eropa bawa minyak ke $92
- Minyak tenggelam karena Yunani, data API
- Krisis Yunani masih tekan minyak
- Minyak anjlok, ke level terendah dalam 6 bulan
- Minyak anjlok lagi, ditekan Eropa & data China
- Minyak turun, ditekan data EIA
- Data API makin benamkan minyak
- Minyak anjlok ke $97
- Antisipasi payroll, minyak anjlok
- Minyak turun karena data EIA, ADP
- May Day, minyak tak banyak gerak
- Minyak turun setelah S&P pangkas rating Spanyol
- Minyak naik, dibantu data API
- Minyak turun karena data Eropa, China
- Isu pasokan topang minyak



