Ekonomi AS lesu, butuh stimulus lagi
Jakarta, Strategydesk - Ekonomi AS sedang menjalani pemulihan yang anemik dan pemerintah perlu meluncurkan stimulus baru.
Itu adalah pandangan ekonom pemenang Nobel Joseph Stiglitz yang disampaikannya dalam wawancara dengan TV Bloomberg kemarin. Menurutnya, pemerintahan Obama mengambil risiko besar dan belum membuahkan hasil. “Pemulihan begitu lemah hingga tidak cukup kuat untuk menciptakan lapangan kerja untuk angkatan kerja baru, apalagi untuk 15 juta orang Amerika yang masih menganggur,” katanya.
Data minggu lalu menunjukan PDB AS tumbuh 2,2% di kuartal kedua dari 3,7% di kuartal pertama. Data ini mempertegas perlambatan yang ditunjukan oleh data sebelumnya dari manufaktur, perumahan dan pembelanjaan konsumen. Buruknya data PDB itu meningkatkan kecemasan akan ancaman double dip recession di AS.
Data hari ini diperkirakan akan menunjukan Non-farm payroll, atau lapangan kerja di luar sektor pertanian, diperkirakan turun 65.000 bulan lalu, yang membuat tingkat pengangguran naik ke 9,6% dari 9,5%.
Stiglitz menjelaskan yang dibutuhkan saat ini adalah stimulus kedua. Namun, menurutnya, stimulus perlu dirancang lebih baik dan terfokus di bidang investasi, edukasi, infrastruktur dan teknologi. Ia optimis bila stimulus ditujukan ke semua sektor itu, dalam jangka panjang, utang nasional akan berkurang dan pertumbuhan akan meningkat.
“Pemulihan saat ini lesu, dan kemungkinan akan tetap lesu, “ katanya. “Dengan tingkat simpanan meningkat 5-7%, permintaan agregat akan terus lemah. Hanya pemerintahlah yang bisa mengisinya, “tambahnya.
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Hemat anggaran, Yunani PHK 15.000 PNS
- Ekonomi masih jadi fokus kampanye pilpres AS
- IMF : Asia punya ruang untuk stimulus
- Roubini: Yunani keluar dari euro setahun lagi
- Draghi optimis tahun ini lebih baik
- Fitch anggap default Yunani tak terelakkan
- Kecemasan orang Amerika, pekerjaaan, utang & politisi
- Gubernur SNB lengser akibat istri main valas
- Efek Eropa, IMF akan pangkas proyeksi PDB global
- Soros: Krisis Eropa lebih buruk dari 2008
- Yunani: Kita bisa keluar dari zona euro dalam 3 bulan
- Rating Obama akhirnya membaik
- Roubini: Tahun depan, situasi memburuk
- The Fed: Ekonomi tumbuh moderat, belum perlu stimulus baru
- Jim Rogers: Pemerintah bohong soal inflasi & pengangguran



