Ekonomi AS lesu, butuh stimulus lagi

Tanggal August 06, 2010 / 11:18 am. Oleh: Nizar Hilmy

Jakarta, Strategydesk - Ekonomi AS sedang menjalani pemulihan yang anemik dan pemerintah perlu meluncurkan stimulus baru.

Itu adalah pandangan ekonom pemenang Nobel Joseph Stiglitz yang disampaikannya dalam wawancara dengan TV Bloomberg kemarin.  Menurutnya, pemerintahan Obama mengambil risiko besar dan belum membuahkan hasil. “Pemulihan begitu lemah hingga tidak cukup kuat untuk menciptakan lapangan kerja untuk angkatan kerja baru, apalagi untuk 15 juta orang Amerika yang masih menganggur,” katanya.

Data minggu lalu menunjukan PDB AS tumbuh 2,2% di kuartal kedua dari 3,7% di kuartal pertama. Data ini mempertegas perlambatan yang ditunjukan oleh data sebelumnya dari manufaktur, perumahan dan pembelanjaan konsumen. Buruknya data PDB itu meningkatkan kecemasan akan ancaman double dip recession di AS.

Data hari ini diperkirakan akan menunjukan Non-farm payroll, atau lapangan kerja di luar sektor pertanian, diperkirakan turun 65.000 bulan lalu, yang membuat tingkat pengangguran naik ke 9,6% dari 9,5%.

Stiglitz menjelaskan yang dibutuhkan saat ini adalah stimulus kedua. Namun, menurutnya, stimulus perlu dirancang lebih baik dan terfokus di bidang investasi, edukasi, infrastruktur dan teknologi. Ia optimis bila stimulus ditujukan ke semua sektor itu, dalam jangka panjang, utang nasional akan berkurang dan pertumbuhan akan meningkat.

“Pemulihan saat ini lesu, dan kemungkinan akan tetap lesu, “ katanya. “Dengan tingkat simpanan meningkat 5-7%, permintaan agregat akan terus lemah. Hanya pemerintahlah yang bisa mengisinya, “tambahnya.

Pencarian Data

Masukkan kata kunci yang ingin Anda cari

Statistic

eXTReMe Tracker

Advertisement

  • Ezydeal

    Ayo trading menggunakan ezydeal. Buka free account