Ekonomi AS lambat, tapi kekhawatiran resesi berkurang
Jakarta, Strategydesk - Para ekonom menaikkan secara signifikan proyeksi pertumbuhan ekonomi AS di kuartal ketiga menjelang laporan pemerintah Kamis nanti, mengurangi kekhawatiran akan ancaman resesi baru.
Konsensus ekonom yang disurvei Bloomberg menyebutkan ekonomi tumbuh 2,5% di kuartal ketiga, naik dari proyeksi dua minggu lalu yang 1,8%. Angka yang lebih tinggi itu menyusul data penjualan ritel, manufaktur dan investasi bisnis yang lebih baik dari prediksi.
“Kita boleh lega karena ekonomi tidak terjerumus ke resesi,” kata Paul Asworth dari Capital Economics, yang memperkirakan pertumbuhan kuartal ketiga bisa mencapai 3,2%.
Meski kurang pesat, angka itu masih di atas pertumbuhan lesu 1% selama semester pertama 2011. Di tengah debat utang di Kongres, penurunan rating kredit AS dan krisis utang di Eropa, banyak pengamat yang khawatir AS diambang krisis lagi.
Banyak ahli yang memandang perbaikan di kuartal ketiga hanyalah faktor sementara, seperti usainya gangguan distribusi di Jepang dan penurunan harga minyak. Departemen Perdagangan AS minggu lalu melaporkan penjualan ritel naik 1,1% di September, karena kenaikan 3,6% penjualan otomotif. Sementara itu, manufaktur tumbuh 4,3% selama kuartal ketiga.
Banyak ekonom yang mengatakan pertumbuhan tetap lesu tahun depan di 2%. Tingkat pengangguran yang 9,1% tinggi dan kepercayaan konsumen merosot. Tapi, ancaman resesi sepertinya berkurang. Jobless claims terus turun sejak musim panas. “Jobless claims akan tingi bila resesi mulai muncil lagi,” kata ekonom MF Global James O’Sullivam.
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Mengenal sosok Francois Hollande
- Roubini: Liburan usai, krisis utang kembali
- Spanyol menuju krisis finansial pada 2013
- Menkeu Jerman: Dana talangan cukup, tak perlu tambah lagi
- Survei tunjukkan optimisme atas dollar
- Default & exit Yunani: Baik untuk euro, buruk bagi korporat
- Apa sebenarnya LTRO ECB?
- Krugman: Yunani kehabisan alternatif
- Meski Diprotes, Parlemen Yunani Setujui Penghematan
- Hemat anggaran, Yunani PHK 15.000 PNS
- Ekonomi masih jadi fokus kampanye pilpres AS
- IMF : Asia punya ruang untuk stimulus
- Roubini: Yunani keluar dari euro setahun lagi
- Draghi optimis tahun ini lebih baik
- Fitch anggap default Yunani tak terelakkan



