Ekonomi AS lambat, tapi kekhawatiran resesi berkurang

Tanggal October 25, 2011 / 10:54 am. Oleh: Nizar Hilmy

Jakarta, Strategydesk - Para ekonom menaikkan secara signifikan proyeksi pertumbuhan ekonomi AS di kuartal ketiga menjelang laporan pemerintah Kamis nanti, mengurangi kekhawatiran akan ancaman resesi baru.

Konsensus ekonom yang disurvei Bloomberg menyebutkan ekonomi tumbuh 2,5% di kuartal ketiga, naik dari proyeksi dua minggu lalu yang 1,8%. Angka yang lebih tinggi itu menyusul data penjualan ritel, manufaktur dan investasi bisnis yang lebih baik dari prediksi.

“Kita boleh lega karena ekonomi tidak terjerumus ke resesi,” kata Paul Asworth dari Capital Economics, yang memperkirakan pertumbuhan kuartal ketiga bisa mencapai 3,2%.

Meski kurang pesat, angka itu masih di atas pertumbuhan lesu 1% selama semester pertama 2011. Di tengah debat utang di Kongres, penurunan rating kredit AS dan krisis utang di Eropa, banyak pengamat yang khawatir AS diambang krisis lagi.

Banyak ahli yang memandang perbaikan di kuartal ketiga hanyalah faktor sementara, seperti usainya gangguan distribusi di Jepang dan penurunan harga minyak. Departemen Perdagangan AS minggu lalu melaporkan penjualan ritel naik 1,1% di September, karena kenaikan 3,6% penjualan otomotif. Sementara itu, manufaktur tumbuh 4,3% selama kuartal ketiga.

Banyak ekonom yang mengatakan pertumbuhan tetap lesu tahun depan di 2%. Tingkat pengangguran yang 9,1% tinggi dan kepercayaan konsumen merosot. Tapi, ancaman resesi sepertinya berkurang. Jobless claims terus turun sejak musim panas. “Jobless claims akan tingi bila resesi mulai muncil lagi,” kata ekonom MF Global James O’Sullivam.

Pencarian Data

Masukkan kata kunci yang ingin Anda cari

Statistic

eXTReMe Tracker

Advertisement

  • Ezydeal

    Ayo trading menggunakan ezydeal. Buka free account