EFSF disetujui, target belum jelas
Jakarta, Strategydesk - Para menteri keuangan zona euro menyetujui penambahan dana bailout, namun belum berani menetapkan target, justru berharap pada peran lebih besar dari IMF.
Setelah serangkaian keputusan gagal melindungi Italia dan Spanyol dari kenaikan yield, para menteri, yang bertemu di tengah tekanan pasar keuangan, berupaya mencari cara untuk meningkatkan efektivitas European Financial Stability Facility (EFSF). Mereka sepakat untuk menggunakan dana EFSF sebagai jaminan obligasi yang menyediakan perlindungan 20-30% terhadap potensi kerugian obligasi baru yang diterbitkan negara anggota.
Mereka juga sepakat untuk membentuk unit investasi yang akan menambah amunisi EFSF dalam intervensi di pasar obligasi baik primer maupun sekunder. Tapi mereka belum bersedia memastikan apakah jumlahnya akan mencapai 1 triliun euro, seperti yang disepakati bulan lalu. “Mustahil untuk menyebut satu angka, ini masih dalam proses,” kata CEO EFSF Klaus Regling dalam jumpa pers di Brussels, Belgia, menyoal target 1 triliun euro itu. “Kami akan membutuhkan uang bila negara mengajukan permintaan, dan kondisi pasar selalu berubah.”
“Jaminan obligasi bisa berjalan bulan depan, sedangkan unit investasi mulai beroperasi Januari, kata Reglig. Banyak investor tertarik dan akan berpartisipasi bila kita punya produk komersial yang solid. “Tapi jangan berharap aliran dana besar langsung masuk. Semua perlu waktu,“ tambahnya.
Meski mengatakan tidak akan mencapai target, Perdana Menteri Luksemburg Jean-Claude Juncker menjamin kapastitas dana itu tetap substansial. Juncker, yang juga menjabat sebagai Ketua Eurogroup, kemudian mengatakan pihaknya akan mencari jalan untuk menambah sumber daya IMF agar bisa bekerja sama dengan EFSF.
Para menteri keuangan zona euro akan bergabung dengan sejawatnya dari negara Eropa lainnya hari ini untuk menyepakati bagaimana menjamin penerbitan obligai bank zsementara dalam rangka memperbaiki kondisi kredit. Para kepala negara Uni Eropa akan mengadakan pertemuan pada 9 Desember nanti, yang kemungkinan akan membahas lebih lanjut solusi untuk mengatasi krisis utang.
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Jepang mulai optimis dengan prospek ekonomi
- Yunani harus gelar pemilu ulang
- Euro, cacat sejak lahir
- Pejabat Eropa bersiap kemungkinan keluarnya Yunani dari euro
- Krisis perbankan, dilema Spanyol
- Meski surplus bertambah, ekspor & impor China melambat
- Jerman ke Yunani: Langgar aturan, tak ada bantuan
- Perancis & Yunani picu era ketidakpastian baru
- Yunani berisiko keluar dari euro?
- Draghi tetap buka ruang tindakan bila diperlukan
- ECB coba bertahan di tengah tekanan
- Manufaktur China membaik, indikasi pemulihan
- RBA pangkas rate 50 bps
- Spanyol dalam jeratan resesi
- BOJ tambah stimulus moneter



