ECB masih haramkan QE
Jakarta, Strategydesk - Beberapa pejabat ECB masih tetap pada pendirian untuk menjauhi intervensi besar-besaran, dan mengimbau pemerintahlah yang harus mampu menyelamatkan diri sendiri.
Dalam pidatonya di Berlin semalam, Presiden ECB Mario Draghi menegaskan kembali pembelian obligasi pemerintah hanyalah sementara dan terbatas. Menurutnya, diperlukan lebih dari sekedar kebijakan moneter untuk mengembalikan kepercayaan pasar terhadap zona euro.
Ditanyakan apakah ECB perlu meniru AS dan Inggris dalam menerapkan program pencetakan uang untuk membeli obligasi pemerintah, atau yang dikenal dengan Quantitative Easing (QE), Draghi berkata, ”saya belum melihat bukti QE bisa memberikan kinerja ekonomi yang cemerlang di kedua negara itu. Lagi pula, traktat Uni Eropa melarang moneterisasi utang pemerintah.”
Menurutnya, pemerintah telah membuat terobosan untuk menuju aturan fiskal yang lebih baik dalam pertemuan minggu lalu Tapi baginya, tidak ada penyelamat eksternal bagi negara yang tidak mau berbenah. “Tidak ada penyelamat bagi negara yang tidak mau menyelamatkan dirinya sendiri,“ tegasnya. Ia tidak memberi indikasi pihaknya akan menambah pembelian obligasi. Ia justru mendesak pemerintah untuk mengambil langkah berani menyeimbangkan anggaran dan menerapkan reformasi.
Secara terpisah, anggota dewan Yves Mersch juga menyampaikan pandangan yang senada. Dalam acara bincang-bincang di TV Jerman, ia menolak gagasan penerapan program semacam QE dengan mengatakan tidak masuk akal ECB harus membeli obligasi pemerintah dengan mencetak uang dalam rangka mengakhiri krisis utang. “Menjalankan percetakan dan membiarkan inflasi tak terkendali akan sembrono karena warga zona euro berbelanja lebih rendah dan menabung lebih banyak dibandingan AS dan Inggris, di mana bank sentralnya terpaksa membeli banyak obligasi dengan mencetak uang,” katanya.
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Jepang mulai optimis dengan prospek ekonomi
- Yunani harus gelar pemilu ulang
- Euro, cacat sejak lahir
- Pejabat Eropa bersiap kemungkinan keluarnya Yunani dari euro
- Krisis perbankan, dilema Spanyol
- Meski surplus bertambah, ekspor & impor China melambat
- Jerman ke Yunani: Langgar aturan, tak ada bantuan
- Perancis & Yunani picu era ketidakpastian baru
- Yunani berisiko keluar dari euro?
- Draghi tetap buka ruang tindakan bila diperlukan
- ECB coba bertahan di tengah tekanan
- Manufaktur China membaik, indikasi pemulihan
- RBA pangkas rate 50 bps
- Spanyol dalam jeratan resesi
- BOJ tambah stimulus moneter



