ECB makin skeptis dengan pembelian obligasi
Jakarta, Strategydesk - Anggota dewan ECB Jens Weidmann mengatakan para sejawatnya di lembaga itu semakin skeptis dengan program pembelian obligasinya, yang juga ia tentang. Pernyataan ini memberi pukulan bagi yang berharap peran lebih besar dari ECB untuk mengatasi krisis utang.
Weidmann berupaya menjawab desakan agar ECB berbuat lebih banyak membantu pemerintah yang terjerat utang, mengumpakannya seperti alkoholik yang memohon diberikan minuman. Ia menambahkan Bundesbank hanya akan menyediakan dana segar ke IMF untuk memerangi krisis bila negara di luar Eropa mau melakukannya.
Menurut Weidmann, yang melawan tekanan agar bank mengucurkan intervensi tak terbatas, mandat ECB mencegahnya menerapkan pembelian obligasi dan berdasarkan pengalaman, hal ini justru mendorong inflasi. “Menurutku ajaib sekali kalau sampai kepercayaan bisa diraih kembali dengan cara melanggar aturan,” katanya kepada wartawan dalam acara makan malam di markas Bundesbank di Frankfurt.
Weidmann, yang pernah menjadi penasihat ekonomi Kanselir Angela Merkel selama lima tahun, mengatakan ia tidak suka dengan program pembelian obligasi ECB, yang disebut dengan Securities Markets Program (SMP), diluncurkan tahun lalu untuk mengentaskan krisis. Ia bahkan mengatakan pendukung program itu justru kini semakin skeptis.
Pendahulu Weidmann, Axel Weber, mengundurkan diri tahun ini sebagai protes atas program itu, yang dianggapnya membawa ECB keluar dari tanggung jawabnya dan menyerempet ke ranah fiskal. Namun, ECB terus mendapat desakan dari A dan Inggris untuk lebih aktif, bahkan beberapa politisi di zona euro berharap ECB bertindak sebagai lender of the last resort.
ECB melakukan pembelian obligasi sebesar 635 juta euro minggu lalu, terendah sejak menghidupkan kembali program ini Agustus lalu. ECB telah menghabiskan 207,5 miliar euro untuk membeli obligasi pemerintah sejak program itu dimulai pada Mei tahun lalu. Program ini telah memecah 23 anggota Dewan Gubernur. Salah satu anggotanya Juergen Stark, yang menganggap program itu mengaburkan pemisah antara kebijakan moneter dan fiskal, akan mengundurkan diri tahun ini.
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Jepang mulai optimis dengan prospek ekonomi
- Yunani harus gelar pemilu ulang
- Euro, cacat sejak lahir
- Pejabat Eropa bersiap kemungkinan keluarnya Yunani dari euro
- Krisis perbankan, dilema Spanyol
- Meski surplus bertambah, ekspor & impor China melambat
- Jerman ke Yunani: Langgar aturan, tak ada bantuan
- Perancis & Yunani picu era ketidakpastian baru
- Yunani berisiko keluar dari euro?
- Draghi tetap buka ruang tindakan bila diperlukan
- ECB coba bertahan di tengah tekanan
- Manufaktur China membaik, indikasi pemulihan
- RBA pangkas rate 50 bps
- Spanyol dalam jeratan resesi
- BOJ tambah stimulus moneter



