Dollar, yen rally di tengah risk aversion
Jakarta, Strategydesk - Dollar AS dan yen Jepang rally terhadap mata uang dunia karena investor membeli mata uang safe haven di tengah pesimisme atas kemampuan Eropa mengatasi krisis utang.
Kanselir Jerman Angela Merkel memperingatkan agar jangan terlalu berharap krisis utang bisa dituntaskan dalam pertemuan Uni Eropa akhir pekan ini. Merkel juga memandang solusi untuk krisis memerlukan proses yang panjang dan bisa berlanjut hingga tahun depan.
Menteri Keuangan Jerman Wolfgang Schaeuble juga memperingatkan pertemuan itu kemungkinan tidak akan menghasilkan solusi kongkrit. Padahal dalam pertemuan G-20 akhir pekan lalu, Eropa diberi tenggat waktu sampai Minggu nanti agar merancang rencana untuk mencegah krisis menyebar, membantu Yunani dan merekapitalisasi bank.
Sementara itu, lembaga rating Moody’s Investor Service mengatakan akan memberikan outlook negatif pada rating top Perancis bila biaya bailout ternyata terlalu membebani anggarannya. Laporan ekonomi mengecewakan, termasuk data PDB China, inflasi Inggris dan sentimen bisnis Jerman, menambah kekhawatiran mengenai kondisi ekonomi, yang semakin mengurangi minat terhadap aset berisiko.
Pada jam 17:15 WIB, euro diperdagangkan di $1,3685, melemah dari level penutupan di sesi sebelumnya $1,3735. Terhadap yen, euro melemah ke 104,95 dari 105,52. Sterling melemah ke $1,5724 dari $1,5741 dan ke 120,59 yen dari 120,94 yen.
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Aussie masih bearish, sempat tembus paritas
- Setelah anjlok, euro coba bangkit
- Euro, franc melesat atas dollar
- Inggris resesi lagi, sterling koreksi
- Inflasi melambat tajam, aussie anjlok
- Data ritel makin lambungkan sterling
- RBA, isu Eropa tekan aussie
- Yen rally setelah BOJ
- Sterling melaju berkat data PMI
- Eksportir Jepang angkat yen
- BOE Minutes, laporan defisit tekan sterling
- Isu ekonomi China hantam aussie
- Dollar rally, yen terus melorot
- Data bagus, euro tetap lunglai
- Aussie koreksi jelang data, RBA



