Dollar tertekan proyeksi the Fed
Jakarta, Strategydesk - Dollar jatuh setelah the Fed menyampaikan proyeksi ekonomi yang tidak sebaik harapan karena menegaskan pemulihan ekonomi AS melambat.
Dalam minutes rapat Juni, the Fed mengakui perlambatan ekonomi AS dan merevisi turun proyeksi pertumbuhan PDB tahun ini. The Fed memproyeksikan PDB tumbuh 3,0-3,5%, lebih rendah dari proyeksi sebelumnya 3,2-3,7%. Selain itu, the Fed juga mengatakan bahwa stimulus tambahan kemungkinan diperlukan bila ekonomi ternyata memburuk.
Langkah the Fed ini mengkonfirmasi ancaman perlambatan pemulihan ekonomi AS, seperti yang ditunjukan oleh serangkaian indikator akhir-akhir ini. Data terakhir yang menunjukan kondisi tersebut adalah penjualan ritel, yang turun 0,5% bulan lalu, lebih besar dari prediksi 0,2%.
Dollar sebenarnya bisa jatuh signifikan karena proyeksi the Fed itu dan di serangkaian data yang mengecewakan. Namun, pasar juga masih hati-hati dan belum siap untuk membeli aset berisiko dalam skala besar.
Dalam perdagangan di Asia hari ini, euro masih bergerak di kisaran $1,27 dan sterling di $1,52, serta aussie di $0,88. Data ekonomi China, yang amat dinanti-nanti, ternyata tidak memberi kejutan yang besar.
PDB China tumbuh 10,3% selama kuartal kedua, lebih rendah dari prediksi 10,5%. Angka tersebut melambat dari kuartal sebelumnya 11,9%. Sedangkan inflasi selama Juni mencapai 2,9%, lebih rendah dari prediksi 3,3%. Penurunan inflasi ini adalah buah dari pengetatan kebijakan yang dilakukan Beijing, begitupun dengan perlambatan ekonomi.
Namun, data tersebut tidak menimbulkan reaksi berarti di pasar karena tidak mengejutkan. Pasar kini masih bergerak dalam kisaran terbatas di tengah lesunya saham regional. Pasar sepertinya membutuhkan faktor baru untuk menentukan pergerakan.
Data ekonomi AS terjadwal hari ini antara lain initial jobless claims, empire manufacturing, dan industrial production. Bila data ini memperkuat bukti bahwa pemulihan ekonomi AS melambat, akan memberi tekanan ke pasar.
Pasar juga menantikan laporan keuangan dari JPMorgan Chase. Kinerja keuangan JPMorgan akan menjadi barometer kondisi sektor keuangan, Bila perusahaan itu menyampaikan laporan dan proyeksi yang memuaskan, pasar bisa terangkat.
Rekomendasi
EUR-USD
USD-JPY
GBP-USD
USD-CHF
AUD-USD
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Rekomendasi Trading Forex Sesi Eropa, AS (07 Februari 2012)
- Euro stabil, aussie rapuh jelang RBA
- Rekomendasi Trading Forex Sesi Eropa, AS (06 Februari 2012)
- Euro rentan seiring tenggat waktu Yunani
- Rekomendasi Trading FOrex Sesi Eropa, AS (03 Februari 2012)
- Pasar konsolidasi jelang payroll
- Rekomendasi Trading Forex Sesi Eropa, AS (02 Februari 2012)
- Risk appetite, dollar tergelincir
- Rekomendasi Trading Forex Sesi Eropa, AS (01 Februari 2012)
- Ketidakpastian nego Yunani tekan euro
- Rekomendasi Trading Forex Sesi Eropa, AS (31 Januari 2012)
- Investor resah, yen berjaya
- Rekomendasi Forex Sesi Eropa, AS (30 Januari 2012)
- Euro terkoreksi jelang pertemuan UE, deal Yunani
- Rekomendasi Trading Forex Sesi Eropa, AS (27 Januari 2012)



