Dollar reboud, emas kembali turun

Tanggal December 12, 2011 / 3:04 pm. Oleh: Alwy M. Assegaf

Jakarta, Strategydesk - Di awal perdagangan minggu ini, harga emas kembali merosot. Rebound dollar menjadi pemicu penurunan logam mulia tersebut.
Meski di akhir minggu kemarin sempat mendapat sinyal positif dari Eropa, namun pelaku pasar masih ragu bahwa krisis utang yang telah melanda kawasan euro dalam kurun dua tahun terakhir ini akan bisa dipecahkan.
Para pemimpin Eropa memang menghasilkan kesepakatan untuk menerapkan disiplin fiskal yang lebih ketat di zona euro, tapi mereka belum sampai ke perubahan traktat Uni Eropa. Mereka sepakat untuk menambah dana siaga ke IMF sebesar 200 miliar euro yang dapat diberikan ke negara dengan masalah utang. Tapi mereka menunda keputusan soal menambah kapasitas dana talangan Eropa (EFSF).
Belum adanya perubahan traktat dan penambahan dana talangan mengindikasikan ketidakpastian masih menyelimuti prospek Eropa. Ditambah lagi dengan ketidakpastian peran ECB dalam mengatasi krisis. Sejauh ini, bank sentral itu masih menolak gagasan pembelian obligasi secara agresif, atau Quantitative Easing (QE).
Sementara itu, dari sudut teknikal terlihat bahwa support emas di $1.700 telah berhasil ditembus. Penembusan level support tersebut sekaligus memastikan trend jangka pendek  emas kembali berbalik bearish. Kami melihat bahwa saat ini emas akan kembali menguji level support-nya di area $1.666. Penembusan level support tersebut, bisa membawa potensi penurunan lebih jauh menuju area $1.656 - $1.625.
Sedangkan sinyal positif hanya akan kembali didapat jika emas mampu bertahan di atas area $1.700 (yang kini menjadi resistance), untuk fokus rebound menuju area $1.718.75 - $1.734.40

Rekomendasi

Pencarian Data

Masukkan kata kunci yang ingin Anda cari

Statistic

eXTReMe Tracker

Advertisement

  • Ezydeal

    Ayo trading menggunakan ezydeal. Buka free account